Porprov Diundur, Status Tuan Rumah FORNAS IX 2027 Dicabut | Prestasi dan Nama Baik Dipertaruhkan 

  • Whatsapp


PALU – 30 Juli 2026 – Akhir bulan ini menjadi sebuah kenyataan pahit bagi warga Sulawesi Tengah. Event olahraga berskala nasional dan regional yang dinanti – nanti terpapar fakta getir. 


Pertama; Anwar Hafid, Gubernur Sulteng resmi mengeluarkan surat pesta olahraga provinsi di Kabupaten Morowali diundur. Sedianya November menjadi Desember mendatang. Mulai faktor kesiapan anggaran panitia sampai kesiapan venue lokasi 27 cabang olahraga yang dipertandingkan belum mencapai 75 persen. 


Gubernur Anwar, tentu tak mau malu. Event olahraga sekelas Sulteng di kampung halaman dan pertama kali dilakukan saat jadi gubernur amburadul alias berantakan. Kita pahami, gubernur satu ini paling menjaga approving di publik lewat media sosial dan arus utama. Wajar langkah gubernur. 


Kedua, pengurus pusat KORMI Nasional resmi mencabut status Sulteng sebagai tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX 2027. Padahal Februari lalu (2026) sudah dilakukan soft launching.  Desas desusnya juga soal dukungan anggaran event dan sarana kesiapan membangun venue tak ada progres yang terukur.  KORMI Sulteng pun belum ada keterangan resmi. Tapi SK pencabutan tersebar luas di WAG se Sulteng. Anwar Hafid belum bereaksi. 


Di tengah ‘tekanan fiskal’ anggaran daerah, Sulteng menghadapi sejumlah masalah. Data Kemendagri menyebut Sulteng termasuk meminta tambahan (Top Up) transfer ke daerah (TKD) karena terancam tak dapat membayar P3K. 

Walau statusnya sebagai provinsi dengan  pertumbuhan ekonomi nasional tertinggi nomor tiga, Sulteng mengalami anomali anggaran yang riskan, kata salah satu praktisi ekonomi Palu. Kalau tak pandai mengatur prioritas, gubernur bahkan alami defisit anggaran terbesar yang ‘pertama kali’ selama provinsi ini berdiri. Jadi bila ada program yang diundur dan dibatalkan itu langkah pahit tapi mengamankan anggaran. 

Ia menyarankan Gubernur Anwar fokus pada program strategis dan membatalkan yang tidak mendesak di fase krisis ekonomi saat ini. ‘’Pahit tapi itu obat agar anggaran sehat dan masih dapat membiayai yang langsung diterima manfaatnya oleh masyarakat,’’ tuturnya. ***

Berita terkait