PALU, 23 September 2026 – Makan Bergizi Gratis. Di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah sejumlah SPPG mulai diawasi dan di inspeksi mendadak (Sidak) Pemerintah daerah.
Ada 37 SPPG, kini sudah 11 SPPG dalam pengawasan dan Sidak. Lantas apa temuan pentingnya? Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin menjawab sejumlah pertanyaan wartawan.
Dari 11 SPPG yang di Sidak bersama, ada temuan yang tidak bisa dianggap teknis saja. Tapi sangat subtansi. Pertanyaannya kenapa masih beroperasi. Apa saja temuan Wawali dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Palu yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD)?
Pertama; ditemukan ada SPPG belum memiliki pengelolaan limbah, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Setiap SPPG, kata wakil wali kota, harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tenaga juru masak yang memiliki sertifikasi kompetensi, serta sistem pengelolaan limbah yang sesuai dengan standar kesehatan lingkungan.
“Kita berharap semua SPPG yang berada di Kota Palu sesuai dengan yang dipersyaratkan. Regulasinya juga jelas dan mereka harus memenuhi sertifikasi-sertifikasi yang memang wajib dimiliki. SPPG harus memiliki SLHS, kemudian chef atau kokinya harus memiliki sertifikasi chef, termasuk pengelolaan limbah yang harus sesuai dengan ketentuan,” jelas wakil wali kota.
Kedua; Belum ada Menu makanan yang variatif. Sehingga ada keluhan makanan dari anak – anak dan Orangtua. ‘’Keluhannya bukan terkait menu sebenarnya, tetapi menu yang kurang bervariasi. Ini menjadi catatan yang nanti akan kami sampaikan kepada SPPG yang menyalurkan MBG ke sekolah,” ujar wakil wali kota.
Rombongan Wawali mengunjungi dapur SPPG Pantoloan, Dapur SPPG Talise 3, SMP Satu Atap Layana Indah, dan SMP Negeri 17 Palu. ***








