“Selain bantuan logistik, pemerintah juga tengah mempersiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuntoro, menyampaikan bahwa hingga 22 Juni 2026 pukul 19.30 WITA, hasil monitoring BMKG mencatat telah terjadi 1.256 kali gempa bumi susulan dengan magnitudo berkisar antara M1,3 hingga M5,3.
“Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi dan dipantau secara intensif oleh BMKG. Kami akan terus memberikan pemutakhiran informasi kepada pemerintah daerah, stakeholder terkait, dan masyarakat sebagai dasar dalam pengambilan langkah mitigasi,” jelas Djati.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat diharapkan tidak mempercayai isu atau informasi yang tidak jelas sumbernya. Hindari berada di bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan,” tegasnya.
Sumber : PPID Utama/Humas Pemprov Sulteng








