Rektor Untad Diancam Somasi | Tuding 310 Mahasiswanya Dobel Bea Siswa | Aplikasi BERANI CERDAS, Belum Cerdas 

  • Whatsapp


SULTENG – Buntut surat rektorat Universitas Tadulako mendesak 310 mahasiswanya mengembalikan uang kuliah tunggal (UKT) mengembalikan dana BERANI Cerdas jadi bola liar. Sejumlah pihak mulai ‘cuci tangan’ kelemahan penyaluran program strategis Gubernur Anwar Hafid. 

Sejumlah aktivis hukum dan pengacara yang alumni Untad, menyesalkan tindakan rektorat dengan mengirim surat ke dekan dekan agar mahasiswa mengembalikan dana tersebut. ‘’Surat rektorat dasarnya hanya surat dinas yang mengaku telah verifikasi. Kok semudah itu percaya dan tanpa supervisi dulu langsung menerbitkan surat. Ini memprihatinkan. Teman teman alumni sudah mendiskusikan membela adik adik mahasiswa dengan menyomasi rektor,’’ terang Suaif, SH yang kini sedang magang di pengadilan untuk menjadi pengacara Kamis (25/6/2026). 

Sebelumnya Dikjar Sulteng mengirim surat nomor 400 pada Mei 2026 lalu ke Untad meminta agar mahasiswa mengembalikan dana BERANI Cerdas sebanyak 310 orang. Mahasiswa itu terinci namanya hingga nama fakultasnya. Total rata rata menerima Rp 3 – 5 jutaan. Hanya satu orang menerima Rp5 juta mahasiswa fakultas kedokteran dengan nama dirahasiakan redaksi. Total Dikjar meminta dana dikembalikan sekira Rp 1 miliaran. 

Pihak Untad melalui bidang Humas terpisah berjanji akan mengirim surat Hak Jawab. Tapi sebagian hal yang akan diluruskan, yaitu soal keterlibatan Untad mengelola data bea siswa tersebut. ‘’Hanya meluruskan pernyataan alumni yang menyebut Untad tidak profesional mengelola data mahasiswa penerima bea siswa. Untad tidak terlibat dengan BERANI Cerdas saat itu. Uang langsung ke rekening mahasiswa,’’ aku seorang ibu 0811 458* *** 

APLIKASI BELUM CERDAS 

Pihak Dikjar Sulteng mulai mengelak dengan membuat narasi seolah bahwa aturan penerima UKT Berani Cerdas tidak menerima bea siswa lainnya. Aturan sejak awal telah disampaikan, kata 

Firmanza DP, Kepala Dinas Pendidikan. 

Pernyataan Kadis secara tidak langsung justru menegaskan bahwa aplikasi yang digunakan untuk mendaftar online Berani Cerdas belum smart. 

Firmanza menanggapi pemberitaan sekaitan dengan ramainya berita https://kailipost.com/2026/06/310-mahasiswa-universitas-tadulako-dipaksa-kembalikan-berani-cerdas-alumni-untad-mestinya-tanggung-jawab.html 

Berita terkait