PALU, 03 Agustus 2026 – Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia, melalui Kedutaan Besar, Abdulla Salem Aldhaheri berencana investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.
Pertemuan dilakukan dengan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid dan jajarannya Senin (03/08/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan awal berbagai peluang investasi yang dimiliki Kota Palu, khususnya di kawasan KEK Palu yang terus dipersiapkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian tengah.
POTENSI KERJA SAMA
UEA berminat berinvestasi di Indonesia, dan salah satunya Kota Palu menjadi salah satu daerah tujuan yang direkomendasikan sesuai dengan kebutuhan dan kriteria investasi yang diinginkan.
Hadianto menyampaikan Pemerintah Kota Palu terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, dukungan terhadap pengembangan infrastruktur, serta sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat maupun pengelola KEK Palu.
Duta Besar Abdulla Salem Aldhaheri memperoleh gambaran mengenai berbagai keunggulan strategis yang dimiliki Palu.
Salah satunya adalah posisi geografis Palu yang berada di kawasan tengah Indonesia dan berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga dinilai memiliki prospek besar sebagai simpul distribusi dan logistik.
Selain itu, Pelabuhan Pantoloan juga menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki kedalaman alami sekitar 18 meter yang memungkinkan kapal-kapal bermuatan besar bersandar tanpa memerlukan pengerukan yang signifikan.
Kondisi tersebut menjadi nilai tambah bagi pengembangan investasi berbasis industri dan logistik. Dukungan Pemerintah Kota Palu terhadap para investor juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Hal itu diperkuat dengan testimoni salah satu investor asal Tiongkok yang turut hadir dan telah berinvestasi di kawasan IKN.
Investor tersebut membagikan pengalamannya mengenai komitmen serta dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Palu dalam mendorong iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. ***








