Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruh jajaran pemerintahan harus memiliki kesamaan visi dan langkah agar agenda nasional dan daerah dapat saling memperkuat.
“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dan lintas tingkatan pemerintahan, agar program-program prioritas nasional melalui Asta Cita dapat berjalan selaras dengan program 9 BERANI, demi terwujudnya Sulawesi Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, sebagaimana semangat besar Sulteng Nambaso,” tegas Gubernur.
Menurutnya, visi besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni “BERANI Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan”, telah dijabarkan ke dalam empat misi RPJMD yang memiliki keterkaitan erat dengan delapan poin Asta Cita atau prioritas nasional.
Keselarasan tersebut mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan sumber daya manusia, pencapaian swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, pemerataan ekonomi hingga ke desa, reformasi birokrasi, sampai dengan penguatan harmoni sosial dan perlindungan lingkungan hidup.
“Dengan demikian, setiap program Asta Cita yang dijalankan di daerah pada dasarnya adalah bagian tak terpisahkan dari capaian 9 BERANI itu sendiri,” ujar Anwar Hafid.
Rakor juga menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan 9 Program BERANI. Evaluasi dilakukan untuk melihat capaian program, mengidentifikasi berbagai hambatan, serta menyusun langkah percepatan dan perbaikan agar program-program prioritas tersebut semakin efektif dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Gubernur menekankan pentingnya indikator yang jelas dalam setiap program. Keberhasilan pembangunan, kata dia, tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya kegiatan atau terserapnya anggaran, tetapi terutama dari seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Jangan sampai kita merasa berhasil hanya karena program sudah dilaksanakan. Ukuran keberhasilan kita adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Gubernur.
Karena itu, koordinasi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh perangkat daerah menjadi sangat penting. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih program, sekaligus memperkuat intervensi pemerintah pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pembangunan.
Gubernur juga mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran birokrasi untuk terus membangun semangat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, potensi Sulawesi Tengah yang besar di sektor pertanian, industri, pertambangan, kelautan dan perikanan, serta pariwisata harus dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Visi besar kita harus diterjemahkan menjadi kerja bersama. Tidak ada program yang bisa berhasil kalau dikerjakan sendiri. Kita harus bergerak dalam satu arah, dengan semangat yang sama, untuk mewujudkan Sulteng Nambaso,” ujar Gubernur.
Melalui rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sinkronisasi kebijakan nasional dan daerah, mempercepat pelaksanaan 9 Program BERANI, serta memastikan seluruh agenda pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, Sulawesi Tengah diharapkan mampu mempercepat pencapaian visi pembangunan daerah menuju Sulawesi Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, untuk Sulteng Nambaso.tutupnya.
Biro Administrasi Pimpinan








