JAKARTA, 31 Oktober 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Alumni Universitas Tadulako, (IKA Untad), Ahmad H Ali, mengajak seluruh alumni untuk mencari figur rektor Untad yang baru.
Sebelumnya, 8 September lalu, ia berkomentar PP IKA Untad netral. Tapi dengan perkembangan akhir akhir ini yang menurutnya berpotensi merugikan dan merusak tatanan kampus, ia mengajak semua alumni berdiri dan bersikap tegas. ‘’Kita independen. Tak lagi netral. Independen itu adalah memiliki sikap dan arah tujuan jelas. Tidak dipengaruhi apa apa kecuali dipengaruhi oleh panggilan hati agar Untad selamat,’’ tandasnya dengan nada tinggi.
Sebagai alumni, dirinya dari Jakarta, kepada media menyebut bahwa Alumni Untad berharap awalnya dengan rektor seorang alumni, akan memiliki kepedulian dan tanggung jawab besar memajukan universitas yang dibangun para pendiri tokoh tokoh Sulteng.
‘’Saya mengamati, mencermati dan menyerukan semua alumni mari kita mengoreksi rumah kita tempat belajar dan mendapat gelar sarjana. Kita sudah waktunya mencari rektor baru. Alumni Untad yang baru. Yang sekarang gagal. Banyak janji dan tidak membawa Untad maju,’’ tandas alumni Fakultas Ekonomi itu.
Ika Untad wajib ‘turun gunung’ memperbaiki almamater. Karena Ika Untad adalah bagian penting ikut bertanggung jawab secara moral apabila kampus mengalami kemunduran. Kampus dijadikan ajang mempertahankan kekuasaan, dan minim prestasi.
‘’Saya yang dulu bagian dari perjuangan agar alumni Untad menjadi rektor. Tapi sekarang, ternyata kita harus mencari alumni yang punya komitmen besar membangun Untad. Bukan janji janji saja, dan hanya kekuasaan belaka dipikirkan,’’ tandas Ali yang kini jajaran politisi nasional itu.
ANCAM MUNDUR
Apabila ajakannya sebagai Ketua Umum Ika Untad dipolitisasi dan disudutkan, ia akan memilih mundur dari jabatan. ‘’Awalnya saya sambutan di reuni Fekon menyebut IKA Untad netral. Tapi, makin kesini makin berbahaya kampus kita. Banyak kalian media menulis seenaknya ganti anggota senat, mengundur ngundur pembentukan panitia Pilrek dan apa prestasi Untad empat tahun ini? Kita wajib turun memperbaiki kampus. Ini almamater kita bersama,’’ tandas Ahmad H Ali sore ini ke wartawan.
RESPON GURU BESAR BERSIKAP
Ali dalam kesempatan itu juga mengapresiasi munculnya beberapa Guru Besar dan Anggota Senat Akademik Universitas Tadulako (Untad) memberikan kuasa hukum pada pengacara untuk mengawal kepastian hukum dan tata kelola kelembagaan di lingkungan kampus.
‘’Mengapa ada itu (pemberian kuasa hukum para guru besar dan senat ke pengacara)? Pasti ada bacaan atau analisis Kekuatiran penyalahgunaan hukum di kampus. Itu langkah tepat. Saya minta mana dulu KPK yang dibentuk di kampus? Kenapa sudah tidak bergerak lagi?,’’ jawabnya.
Seperti diketahui, M. Wijaya S., S.H., M.H., Managing Partner Jaya & Jaya Law Firm Celebes Office sekaligus Direktur Pusat Bantuan Hukum (PBH) Alkhairaat, mendapat kuasa sejumlah guru besar dan anggota senat Untad untuk mengawal kepastian hukum dan tata kelola kelembagaan di lingkungan kampus.
Langkah itu, berhubungan dengan aktivitas yang nantinya merugikan Untad sebagai kelembagaan pendidikan secara hukum, penyalahgunaan kewenangan dan praktik dugaan dugaan tindakan pelanggaran hukum. ‘’Saya apresiasi. Semua harus bersama sama kita kembali terpanggil menyelamatkan Untad,’’ tandasnya sambil menyudahi wawancara via sambungan elektronik. ***









