Anwar Hafid Petakan Potensi Ribuan Desa di Sulteng, Beasiswa Guru dan Nakes Disiapkan 2027

  • Whatsapp
Screenshot

Anwar juga menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mengembangkan potensi lokal. Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu mengubah potensi yang ada di desa menjadi kegiatan ekonomi produktif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga menyampaikan rencana Pemprov Sulteng untuk memprioritaskan pengembangan program beasiswa bagi guru dan tenaga kesehatan pada 2027.

Rencana tersebut nantinya akan dibahas bersama perangkat daerah terkait dan Bappeda, termasuk mengenai peserta yang menjadi sasaran serta skema pembiayaan yang akan diterapkan.

Selain pendidikan formal, peningkatan kemampuan bahasa asing juga menjadi perhatian Pemprov Sulteng. Penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Anwar menegaskan, pendidikan yang diberikan pemerintah tidak boleh berhenti hanya pada pemberian ijazah. Lulusan diharapkan memiliki kompetensi dan keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi daerah.

“Kita tidak hanya membiayai mereka untuk kuliah, tetapi setelah selesai kuliah, mereka benar-benar memiliki kemampuan dan bisa bekerja,” tegasnya.

Dorong Program Berani Mombangu

Upaya pemetaan potensi desa tersebut juga sejalan dengan program Berani Mombangu yang dijalankan Pemprov Sulteng untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

Salah satu wilayah yang menjadi proyek percontohan program tersebut adalah Kabupaten Donggala. Pemprov Sulteng menempatkan 50 fasilitator desa untuk membantu melakukan penyesuaian data kemiskinan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Melalui pemetaan kebutuhan dan potensi masyarakat, pemerintah berharap pembangunan di Sulawesi Tengah dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, potensi desa tidak hanya menjadi data, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Berita terkait