Gubernur Anwar Hafid Buka Festival Danau Poso 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Budaya dan Jaga Kelestarian Danau

  • Whatsapp

Gubernur berharap pesan pelestarian lingkungan tersebut menjadi bagian penting dari Festival Danau Poso, sehingga kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kekayaan alam Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa festival harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival selama tiga hari dan berharap durasinya dapat diperpanjang pada tahun mendatang agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh kesempatan meningkatkan pendapatan.

Gubernur juga mengajak kabupaten-kabupaten yang memiliki keterkaitan historis dengan Poso, seperti Morowali, Morowali Utara, dan Tojo Una-Una, untuk turut mendukung pengembangan Festival Danau Poso ke depan.

Menurutnya, keramahan masyarakat, kebersihan lingkungan, kekayaan budaya, serta pengalaman wisata yang berkesan menjadi faktor penting untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara agar berkunjung kembali ke Poso.

Festival Danau Poso 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten Poso sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah, sekaligus membuka peluang usaha dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Menteri Pariwisata RI, anggota DPR RI, para pejabat kementerian, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Poso, para bupati/wali kota se-Sulawesi Tengah, anggota DPRD, unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Poso, Sekretaris Kabupaten Poso, jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten, para camat, lurah, dan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh seni dan budaya, tokoh perempuan, tokoh pemuda, wisatawan mancanegara, serta panitia dan penggiat pariwisata.

Melalui semangat The Power of Culture, Festival Danau Poso 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda pariwisata, yakni ruang untuk merawat persaudaraan, melestarikan warisan leluhur, menjaga alam, dan menggerakkan ekonomi masyarakat demi kemajuan Sulawesi Tengah. ***

Berita terkait