Mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Kebersamaan”, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus dibangun melalui persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
Sebelum menyampaikan amanat, Gubernur meminta pasukan upacara dibubarkan terlebih dahulu dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kabut asap.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengibaratkan Morowali Utara sebagai seorang ibu yang telah membesarkan dan menaungi banyak anak dengan latar belakang serta kehidupan yang berbeda. Karena itu, setiap orang yang tinggal dan mencari penghidupan di daerah tersebut memiliki tanggung jawab untuk ikut merawatnya.









