“Kalau seperti ini terus sepak bola kita, insyaallah sepak bola di Sulawesi Tengah akan maju,” tambahnya.
Gubernur juga menyampaikan selamat kepada seluruh tim yang telah berkompetisi selama 36 hari, terutama Wosu FC dan Pehabala FC yang berhasil melaju ke partai final. Ia menegaskan bahwa setiap tim yang berlaga telah menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola daerah.
Anwar Hafid turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Bungku Barat, para kepala desa se-Kecamatan Bungku Barat, panitia, perangkat pertandingan, wasit, serta masyarakat yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen dan menjadi tuan rumah bagi para pemain maupun penonton.
Ia secara khusus mengapresiasi para wasit yang telah menjalankan tugas secara profesional sehingga pertandingan berlangsung dengan menjunjung prinsip fair play.
Berani Cup sendiri bukan turnamen yang baru digelar. Menurut Gubernur, kompetisi ini telah bergulir sejak 2021 dengan nama AH Cup, sebelum kemudian berkembang dan dikenal sebagai Berani Cup.
Penutupan Berani Cup Morowali 2026 turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Syarifuddin Hafid, Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Morowali, serta masyarakat Kecamatan Bungku Barat.
Berakhirnya turnamen ini menjadi momentum untuk terus menumbuhkan semangat olahraga, memperkuat kebersamaan antarkomunitas, dan membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola yang dapat membawa nama Sulawesi Tengah ke tingkat yang lebih tinggi.
( Biro Administrasi Pimpinan )*








