PALU, 7 Oktober 2026 – Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah akhir September 2026, tercatat sebagai 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.
Pernyataan itu ditegaskan Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin ketika memimpin langsung Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu, Selasa di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu.
Rapat tersebut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, S.STP., M.Si., Bagian Ekonomi Setda Kota Palu, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfo Santik), Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, serta OPD terkait lainnya.
Kondisi inflasi Kota Palu hingga September 2026. Berdasarkan laporan yang dibahas, Kota Palu tercatat masuk dalam 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.
Adapun inflasi Kota Palu secara month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,17 persen, year to date (y-to-d) sebesar 2,82 persen, dan year on year (y-on-y) sebesar 2,80 persen.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Wali Kota Imelda menekankan agar kondisi inflasi yang terkendali dapat terus dipertahankan melalui langkah-langkah konkret dan koordinasi lintas sektor.
“Kita termasuk 10 besar dengan daerah inflasi terendah. Jangan sampai kita terlempar,” ucap Wakil Wali Kota Imelda.
Rapat juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai langkah dan program TPID Kota Palu dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Sejumlah program yang dievaluasi antara lain pelaksanaan pasar murah, program Gade Nolumako, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), pasar tani, serta berbagai upaya lainnya dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas pasokan.
Selain pengendalian inflasi, rapat koordinasi turut membahas progres pelaksanaan program unggulan Pemerintah Kota Palu, yakni Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan), khususnya melalui program Palu Menanam.
Dalam kesempatan tersebut, Imelda menyampaikan bahwa dirinya pada pagi hari yang sama baru saja memimpin panen komoditas tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.
Panen tersebut menjadi salah satu gambaran pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat kelurahan, terutama dalam mendorong pemanfaatan lahan dan produksi komoditas pangan lokal. ‘’Ini luar biasa walaupun di tengah El Nino. Ukurannya memang agak kecil,” ungkap Wakil Wali Kota.
Program Palu Menanam sendiri dilaksanakan di sejumlah kelurahan dengan berbagai komoditas pertanian yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi wilayah.
Komoditas yang dikembangkan antara lain bawang merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, dan kangkung. Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Palu terus mendorong penguatan produksi pangan lokal sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.
Peningkatan produksi komoditas pangan di tingkat kelurahan diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengurangi tekanan harga terhadap komoditas pangan strategis. ***








