SULTENG, 8 Oktober 2026 – Stevani Liembara. Anak muda bertalenta penerus bisnis sang ayah, almarhum Faisal Liembara, Ko’ Kintung. Vani, sapaan akrabnya, menyebut bahwa bisnis anak muda, menjadi wajib pajak yang patuh adalah jalan politik riel.
Di tengah efisiensi anggaran nasional, bisnis warung kopi menjamur se antero jagad nusantara, ia harus ‘kesepian’ tangguh meneruskan passion usaha ‘racikan kopi’ sang ayah.
Ko’ Kintung satu di antara Taipan keturunan yang mengenalkan warung kopi di Kota Palu sejak 2004 – 2014. 10 tahun belajar keuletan sang ayah membangun brand Warkop Sudimari. Dan mulai akrab di telinga pelanggan dan penikmat kopi Sudimari K2.
Sudimari K2 tamunya dari kalangan menteri, anggota DPR RI, DPD RI sampai anak muda. Kopi Sudimari K2 juga dikenal ‘ruang politik’ Palu hingga kini. Sejak 2015 – 2019 Stevani sudah memegang kendali manajemen dan kelola racikan kopi sang ayah. Kini, telah berganti nama Warkop Stevani K2. Ada keikhlasan dalam berbisnis, sebutnya lirih.
Kini, Stevani mendapat penghargaan sebagai wajib pajak yang patuh dari Pemerintah Kota Palu. Ia bangga, karena tak sekadar mengambil peran taat pajak. Tapi, ‘’Ini bukti bahwa kita anak muda juga berbisnis ikut membangun daerah. Tak hanya soal mencari keuntungan,’’ akunya ke kailipost.com
MENJAJAL POLITIK
Politik, dan anak muda adalah panggilan. Bukan sekedar hiburan lima tahunan. Dengan politik, kata Founder Milenial PSI Sulawesi Tengah itu, adalah cara terhormat generasi milenial ikut menentukan arah bangsa dan negara. ‘’Politik bukan hobi tapi panggilan hati nurani. Kalau tidak sekarang, kapan kita siap memegang kepercayaan mengisi pembangunan negeri kita. Itu yang saya pegang teguh. Harus mandiri dengan jalan usaha apa saja, tapi politik juga jalan panjang cita cita bersama,’’ tandas putri sulung Sri Jaya itu. ***








