2019 SBMPTN Berbasis Komputer

  • Whatsapp

Reporter: Yohanes Clemens

SELEKSI Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN)
pada tahun 2019 sudah berubah. Tahun sebelumnya SBMPTN menggunakan sistim tes,
namun tahun ini berbasis komputer.

Prof Dr Sutarman Yodo SH, MH, selaku Penanggung
jawab Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Untad yang juga Wakil Rektor
Bidang Akademik mengatakan, pada tahun 2019 kita mengalami perubahan, perubahan
itu banyak tertuju pada SBMPTN. 

Di sana itu untuk tahun 2019 semata-mata penerimaan
mahasiswa dalam bentuk sistem komputer tidak ada lagi tes dalam bentuk dokumen.
Karena itu perguruan tinggi di seluruh Indonesia dimintai untuk mampu
mempersiapkan unit komputer untuk kepentingan dimaksud. 

“Alhamdulilah Universitas Tadulako (Untad) berdasarkan
apa yang kami miliki, dan berapa jumlah kekurangannya maka, kekurangannya itu
kami dapatkan dengan cara kerjasama dengan beberapa sekolah SLTA yang ada di
Kota Palu, dan tercatat ada 6 sekolah yang sudah melakukan kerjasama sehingga,
semua peserta itu dilayani dengan tes yang berbasis komputer,” ujarnya
Selasa, (12/2/2019) saat konfrensi pers di lantai 3 rektorat.

Sutarman melanjutkan, Insya Allah untuk soal
penerimaan mahasiswa baru dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi
Negri (SNMPTN), itu hampir tidak mengalami banyak perubahan dan yang berubah
hanya kuota, dimana kuota dari tahun ke tahun untuk SNMPTN turun terus sekarang
hanya minimal 20% diberikan jatah kuota. Penurunan itu diakibatkan hasil
pengembangan, hasil penelitian, bahwa ternyata lulusan SNMPTN selalu kalah
bersaing dengan lulusan SBMPTN.
“Satu hal yang terpenting untuk SBMPTN yang
ingin saya sampaikan bahwa sistem penerimaan itu tidak lagi kayak dulu. Karena
sudah sempat ada beberapa pihak mengira masih seperti kaya dulu langsung
mengatakan Saya ingin mendaftar di fakultas ini, Prodi ini. Saya katakan tidak
demikian, sekarang yang berlaku itu calon mahasiswa harus mengikuti tes dulu,
mengikuti ujian dulu, seberapa besar nilai yang diperoleh dari hasil tes itu
baru ditentukan prodi dan fakultasnya,” jelas Prof Sutarman.

Dan kepada calon mahasiswa mereka itu diberikan 2
kali kesempatan tes. bagi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS)2 kali tes juga. 

“Sehingga kalau dulu itu siswa atau calon
mahasiswa yang ada di Palu di syaratkan harus pilih Untad, tapi kalau sekarang
tidak lagi, dia langsung memilih perguruan tinggi yang lain dan bisa memilih
dua perguruan tinggi yang berbeda di tempat lain atau satu perguruan tinggi
dengan dua pilihan. 

Sebelumnya bisa tiga pilihan dengan syarat untad harus ada
bagi orang palu, tapi sekarang syarat itu tidak ada, jadi bisa saja semua
mahasiswa sini bisa pilih kampus lain misalnya, tergantung dari seberapa besar
nilai yang ia peroleh,” tandas Prof Sutarman.**

Pos terkait

banner 580x60