Zona Merah Rumah Rusak Dapat Huntap

  • Whatsapp
Reporter: Firmansyah Lawawi

 BUKAN Hanya warga yang rumahnya hilang akibat terdampak
tsunami dan likuifaksi yang akan di relokasi dan mendapatkan hunian tetap
(Huntap), namun warga yang berada di zona merah akan mendapatkan huntap pula.

Muat Lebih


“Seperti di kelurahan Buluri, kecamatan
Ulujadi Palu, ada  53 kepala keluarga
yang rumahnya termasuk ke dalam zona merah, atau pelarangan pendirian rumah
pemukiman,  namun rumahnya hanya
mengalami rusak ringan. Mereka bisa mendapatkan hunian tetap,” kata Kepala
Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPPD kota Palu, Mohamad Bambang
Sabarsyah, Senin (18/3/2019).

Menurutnya, jika warga tersebut enggan direlokasi
ke Hunian Tetap yang berada di dua titik kota Palu, yaitu kelurahan Tondo dan
Duyu, tapi hanya meminta dibangunkan Huntap di tanah mereka sendiri, pemerintah
tetap mengakomodir permintaan itu. Namun lokasinya tidak termasuk kedalam zona
merah.

Hal ini berlaku pula bagi masyarakat berada dalam
zona merah, atau rumahnya hilang oleh Likefaksi, seperti di Balaroa dan Petobo
yang tidak mau tinggal di shelter pengungsian, atau istilahnya pengungsi
mandiri. Sudah mulai dimasukan datanya ke pihak BAPPEDA Palu, selaku
koordinator pendataan bencana alam kota Palu.
“Namun hal tersebut masih dalam rencana
pembahasan. Masih samar-samar. Realisasinya masih butuh waktu lama. Akan
tetapi, menurut perintah undang-undang, warga yang rumahnya hanya mengalami
rusak ringan akibat gempa bumi, namun berada dalam zona merah. Harusnya
direlokasi dan mendapatkan Huntap,” terangnya.
Hingga saat ini pelaksanaan pematokan zona merah
di kota Palu, masih berlangsung. Pihak BPBD Palu hanya melakukan back up saja.**

Pos terkait

banner 580x60