![]() |
Reporter/Morowali: Bambang Sumantri
|
Entah siapa pelakunya, sampah-sampah tersebut
tentunya sangat tak layak dipandang apalagi lokasinya adalah jalan utama atau
jalan trans yang menghubungkan antara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
apapun baik dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, apalagi Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Morowali dimana pada tahun-tahun sebelumnya sangat getol
menyuarakan masalah adipura.
tersebut menyesalkan ulah orang-orang yang menjadikan pinggiran jalan trans itu
sebagai tempat pembuangan sampah yang terlihat sangat jorok.
terus bertambah. “Joroknya dilihat ini pinggiran jalan trans, kalau
dibiarkan terus, bisa makin banyak ini, pelakunya harus ditindak supaya tidak
terbiasa membuang sampah sembarangan, apalagi di sini kan jalan trans, susah
memang kalau tidak ada kesadaran akan pentingnya kebersihan,” ujar Radit.
sejak satu bulan terakhir menyisakan banyak cerita pedih, salah satunya kondisi
jalan Trans Sulawesi di wilayah Kecamatan Bahodopi.
berhati-hati akibat melintas di jalan tersebut akibat air dan lumpur yang
nyaris menutupi jalan aspal.
yang diakibatkan bukit di pinggir jalan itu adalah lokasi eks penambangan oleh
salah satu perusahaan tambang beberapa tahun silam, dan hanya dibiarkan begitu
saja.
sudah melakukan upaya penanaman pohon di nukit yang sudah gundul teraebut,
namun hujan deras yang melanda tak mampu menahan air dan lumpur turun ke jalan
bahkan hingga membuat air laut menjadi merah.
yang melintas di jalan tersebut mengatakan bahwa memang jika terjadi hujan
deras, kondisi jalan akan dipenuhi lumpur. “Kalau hujan deras memang
seperti begini, lumpurnya lumayan tebal, itu liat air laut saja sudah jadi
merah, entah siapa yang salah, saya juga tidak mengerti, kalau tidak hati-hati
kita bisa tergelincir dan jatuh,” ungkapnya.
daerah secepatnya melakukan penanganan agar kondisi tersebut tidak menjadi
semakin buruk.**








