BPBD Sulteng Kirim Logistik Banjir Morowali

  • Whatsapp
Ilustrasi Banjir
Sumber: antaranews

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah telah
mengirim bantuan logistik dan sejumlah personel tim reaksi cepat menuju lokasi
bencana alam banjir bandang di Kabupaten Morowali untuk membantu meringankan
beban pemerintah daerah dan masyarakat yang terdampak bencana alam itu.
“Kami langsung mengerahkan dua unit kendaraan operasional yang
membawa personel dan logistik ke lokasi bencana alam di Kabupaten
Morowali,” kata Kepala BPBD Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala
kepada Antara di Palu, Senin (10/6/2019) malam.
Ia mengatakan satu truk mengangkut sejumlah jenis bantuan seperti
tenda, matras, selimut dan jas hujan sesuai dengan kebutuhan.
Sementara satu truk lagi, khusus membawa personel tim reaksi cepat
(TRC) dari BPBD Provinsi Sulteng.
Soal bantuan bahan makanan, kata dia, tidak disalurkan, sebab masih
dapat ditangani oleh BPBD Kabupaten Morowali.
“Mereka sendiri yang mengatakan soal bantuan bahan makanan tidak
perlu dari BPBD Provinsi Sulteng, sebab stok berbagai jenis bahan makanan yang
ada di gudang BPBD Kabupaten Morowali masih cukup memadai,” katanya.
Namun, jika masih perlu, BPBD Provinsi Sulteng siap saja untuk
menyalurkan bantuan bahan makanan ke lokasi bencana alam banjir di Kabupaten
Morowali tersebut.
Bartlolomeus menjamin logistik, termasuk obat-obatan dan bahan makanan
serta peralatan rumah tangga lainnya yang ada sekarang ini di Kantor BPBD
Sulteng juga masih mencukupi kebutuhan. 
Artinya, persediaan logistik tetap ada dan jika dibutuhkan langsung
disalurkan ke lokasi bencana.
Dia juga meminta kepada jajaran BPBD yang ada di kabupaten/kota di
Sulteng untuk tetap siaga mengingat kondisi cuaca dalam beberapa hari ini dan
ke depan masih ekstrem.
Dalam kondisi cuaca seperti itu, katanya, sangat berpotensi terjadinya
berbagai bencana alam.
Sementara empat buah jembatan permanen di jalur utama trans Sulawesi
yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara ruas Kabupaten
Morowali dilaporkan ambruk dihantam banjir bandang yang melanda daerah itu
sejak Sabtu (8/6).
Keempat jembatan ambruk tersebut Jembatan Bahoyuno di Kecamatan Bungku
Barat, Jembatan Bahodopi, Jembatan Lalampu dan Jembatan Dampala di Kecamatan
Bahodopi.

Putusnya keempat jembatan tersebut, Kecamatan Bahodopi yang merupakan
lokasi kawasan industri pertambangan nikel terbesar di Indonesia yang
mempekerjakan sekitar 35.000 tenaga kerja, kini terisolir dari perhubungan
darat.
“Orang-orang dari Bahodopi tidak bisa ke arah Palu dan tidak bisa
juga ke arah Kendari, karena di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara,
Sultra, jalan trans Sulawesi juga putus karena tergenang banjir,” kata
Taslim, Bupati Morowali yang ditemui Wartawan Antara Rolek Malaha di Desa
Dampala.
Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR) mengambil langkah cepat dengan menurunkan sebuah tim dari Balai
Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Wilayah Sulawesi Tengah dipimpin Kepala
Satuan Kerja III Beny Birmansyah telah turun ke Morowali, Senin pagi untuk
segera memulihkan stagnasi arus lalu lintas.
Dari empat jembatan itu, baru Jembatan Bahoyuno Wosu yang sudah terbuka
setelah pihak BPJN, kontraktor dan masyarakat setempat memasang gelagar batang
kelapa sehingga Kota Bungku, ibu kota Kabupaten Morowali, yang sempat terisolir
selama beberapa jam bisa segera terbebaskan.**

Berita terkait