SULTENG, 16 Agustus 2026 – Besok, 17 Agustus 2026 Indonesia sebagai negara kesatuan republik, genap 81 tahun. Sudah waktunya, negara merefleksikan dirinya sebagai negara sejahtera (welvaartsstaat) sesuai bahasa Belanda.
Muhammad Safri, Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, mengirimkan analisis kritis sore ini di Kota Palu sekaitan momentum HUT Republik Indonesia sebagai bangsa, sebagai nation dan sebagai negara kesejahteraan.
Perayaan HUT RI kali ini mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, baginya tema yang mendasar bagi kehidupan dan peri kehidupan masyarakat.
Berdaulat adalah bentuk politik dari kemerdekaan. Termasuk kedaulatan rakyat atas sumber daya alam, keadilan dalam pembagian manfaat pembangunan, serta kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Sulawesi Tengah, sebagai provinsi, tandasnya, memiliki posisi strategis dalam industri pertambangan nasional. Nikel, emas, gas, minyak, perak dan berbagai mineral dari daerah ini menjadi bagian penting rantai industri nasional dan menopang agenda hilirisasi saat ini.
Tetapi, besarnya aktivitas eksploitasi dan pengolahan SDA belum otomatis berbanding lurus dengan besarnya manfaat fiskal yang diterima daerah. ‘’Kita memang sudah 81 tahun merdeka secara politik, tetapi pertanyaannya, apakah rakyat Sulawesi Tengah sudah benar-benar merdeka dari kekayaan alamnya sendiri? Ini yang harus kita jawab bersama,” kata Safri.








