Penyebab Utama Konversi Lahan
Ekspansi Pertambangan: Terutama di wilayah Morowali, yang mengubah lahan pertanian menjadi area industri dan pertambangan.
Pembangunan Infrastruktur & Perumahan: Pertumbuhan penduduk meningkatkan kebutuhan hunian, khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Ekonomi Pertambangan: Harga jual tanah yang tinggi untuk industri membuat petani tergiur menjual lahan sawah mereka.
Dampak Konversi
Menurunnya Produksi: Konversi berkontribusi pada penurunan produksi padi, yang tercatat turun 7,24% pada 2024 1.5.1.
Konflik Agraria: Sepanjang 2025, tercatat 49 konflik agraria di Sulteng, mencakup total luas lahan 21.107,6 hektare, banyak di antaranya melibatkan sengketa alih fungsi lahan.
Ancaman Ketahanan Pangan: Wilayah yang dulunya sentra pertanian, seperti Sigi, mengalami penyusutan lahan yang mengkhawatirkan. ***








