PALU – Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau APPBIPA Cabang Sulawesi Tengah meluncurkan sekaligus membedah buku Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Berbasis Kearifan Lokal Sulawesi Tengah, di Balai Bahasa.
Buku disusun sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing dengan mengintegrasikan bahasa, kebudayaan, dan kearifan lokal Sulteng.
Melalui buku ini, pembelajar asing tidak hanya diperkenalkan pada kosakata dan tata bahasa Indonesia, tetapi juga pada nilai, kebiasaan, etika berkomunikasi, serta kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah.
Kegiatan peluncuran dan bedah buku ini menjadi bagian dari upaya APPBIPA Cabang Sulteng untuk memperkuat pembelajaran BIPA yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan penutur asing yang belajar, bekerja, maupun menetap di Sulteng.
Peluncuran buku dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sulteng sebagai mitra APPBIPA dalam pengembangan kompetensi pengajar, penyusunan bahan ajar, dan penguatan program BIPA di Sulteng.
Kemitraan pengembangan bahan ajar BIPA bermuatan kearifan lokal antara kedua lembaga tersebut telah berlangsung melalui sejumlah kegiatan penyusunan dan evaluasi bahan ajar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai mitra strategis, Dinas Pendidikan Sulteng, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, serta perwakilan Kantor Urusan Internasional dan pusat bahasa dari sejumlah perguruan tinggi di Sulteng.
Sejumlah mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Sulawesi Tengah juga mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran mereka memberikan perspektif langsung mengenai kebutuhan, pengalaman, dan tantangan penutur asing ketika mempelajari bahasa Indonesia serta beradaptasi dengan kehidupan sosial dan budaya setempat.
Ketua APPBIPA Cabang Sulteng Asrianti, S.Pd.,M.Pd mengatakan buku tersebut dirancang untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai pintu masuk bagi penutur asing dalam memahami masyarakat Sulteng.
Menurutnya, penguasaan bahasa yang disertai pemahaman budaya sangat penting untuk membantu penutur asing berkomunikasi dengan tepat, mengurangi kesalahpahaman lintas budaya, dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, yang diwakili oleh bidang divisi pembinaan bahasa, Ibu Anita Yudhistira, S.S menyampaikan bahwa penerbitan buku tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing.
Sementara itu, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menilai buku tersebut berpotensi mendukung proses adaptasi tenaga kerja asing.
Di sesi bedah buku, para narasumber membahas isi, pendekatan pembelajaran, muatan budaya, kesesuaian materi dengan kebutuhan penutur asing, serta kemungkinan pemanfaatan buku oleh perguruan tinggi, lembaga kursus, perusahaan pengguna tenaga kerja asing, dan lembaga pemerintah.
APPBIPA berharap buku BIPA Berbasis Kearifan Lokal Sulteng dapat digunakan secara luas oleh pusat bahasa, Kantor Urusan Internasional, lembaga kursus, perguruan tinggi, perusahaan, dan berbagai institusi yang berinteraksi dengan warga negara asing. ***








