Jurus Jitu Bangun Infrastruktur di Sulteng, Gubernur Kumpulkan CSR 16 Pengusaha Tambang Rp355 Miliar, Safri: Terobosan Kontraksi Fiskal 

  • Whatsapp


SULTENG – Fiskal terkontraksi akibat efisiensi tak membuat Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid patah arang di tengah kerusakan jalan cukup besar. Total 54 persen jalan rusak dan rusak berat. Jalan provinsi sepanjang 22,65% dan 32,17% jalan kabupaten/kota (data BPS). 

Anwar mengumpulkan dana corporate social responsibility (CSR) 16 perusahaan tambang di Sulteng. Total dana dihimpun Rp355 miliar. Dana itulah digunakan untuk membangun infrastruktur jalan. Jurus jitu ‘pakai CSR’ membangun jalan itu diapresiasi Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng, Muhammad Safri. 

Menurutnya, terobosan tersebut menunjukkan kepemimpinan yang adaptif dan mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan fiskal yang sedang dihadapi pemerintah daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Ini patut diapresiasi. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, pemerintah provinsi mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan dunia usaha untuk memastikan pembangunan tetap berjalan. Yang paling penting, manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Safri Jumat (12/6/2026).

Safri menilai, pemanfaatan dana CSR untuk pembangunan infrastruktur strategis merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang sejalan dengan kebutuhan daerah. Kehadiran perusahaan tambang memang sudah seharusnya memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional maupun bagi pembangunan daerah secara lebih luas.

Safri mengatakan, pembangunan ruas jalan Towi-Kolonodale dan Buleleng-Matarape merupakan kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan aksesibilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Perbaikan infrastruktur jalan akan membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, dan pada akhirnya mendorong pemerataan pembangunan. Karena itu, keterlibatan dunia usaha melalui CSR harus dipandang sebagai investasi sosial bagi kemajuan Sulawesi Tengah,” ujarnya. *** 

Berita terkait