“Saya meyakini penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan yang komprehensif, kolaboratif, dan berbasis ilmu pengetahuan agar risiko bencana dapat diminimalkan serta kapasitas masyarakat menghadapi ancaman dapat semakin kuat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga memperkenalkan berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui sembilan program unggulan BERANI, salah satunya BERANI Cerdas yang menjadi program penguatan sektor pendidikan.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Provinsi Sulteng sudah menyalurkan beasiswa kepada sekitar 23 ribu penerima program berani cerdas, di mana sekitar 40 persen di antaranya merupakan mahasiswa perguruan tinggi.








