Lebih lanjut, ia juga mendorong dunia akademik, khususnya mahasiswa program doktoral dan peneliti, agar riset yang dilakukan berorientasi pada persoalan riil di Sulawesi Tengah sehingga mampu menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Saya berharap penelitian, tesis maupun disertasi yang dilakukan perguruan tinggi dapat berangkat dari persoalan yang sedang dihadapi Sulawesi Tengah. Dengan begitu, dunia akademik benar-benar menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Karena itu, kehadiran konsorsium iklim dan tanggap bencana perguruan tinggi dinilai sangat strategis dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi tantangan perubahan iklim dan mitigasi kebencanaan di masa depan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul, inovatif, dan mampu bersaing secara global.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing daerah maupun bangsa di masa depan.
“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga harus menjadi pusat riset, inovasi, dan solusi bagi pembangunan. Hasil penelitian harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dan kita harus terus mendorong hilirisasi riset agar inovasi kampus dapat dimanfaatkan secara luas,” ungkap Wamen.
Ia menambahkan bahwa di era digital saat ini, mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menguasai teknologi, kecerdasan buatan, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta memiliki semangat kewirausahaan.
Menurutnya, kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja dan motor penggerak pembangunan bangsa.
“Kita ingin pendidikan menjadi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D., Pelaksana Tugas Rektor Universitas Tadulako Prof. Andi Rusdin, unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulawesi Tengah, mitra kerja terkait. ***








