Wagub Sulteng Buka Buya Subi Festival 2026, Dorong Tenun Khas Donggala Tembus Pasar Internasional

  • Whatsapp

Untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut, Wakil Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan membahas menghadirkan jurusan khusus tenun di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini dinilai penting mengingat sebagian besar penenun saat ini berasal dari kalangan usia lanjut sehingga regenerasi harus segera dilakukan.

“Jangan sampai tenun kita hilang karena para pengrajinnya didominasi generasi yang sudah lanjut usia. Regenerasi harus dilakukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, festival tidak boleh berhenti pada kegiatan pameran semata, tetapi harus mampu mendorong masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk tenun lokal secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi para pengrajin.

Berita terkait