PALU, 23 September 2026 – Wali Kota Hadianto Rasyid dan Kajari Palu Lapatawe Hamka lakukan pemusnahan barang bukti narkotika dan tindak pidana umum. Babuk tersebut hasil sitaan Semester II Tahun 2026 (22/09/2026).
Pemusnahan di halaman Kantor Rupbasan Kejaksaan Negeri Palu, Kelurahan Taipa, Kota Palu, tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Palu serta jajaran Kejari.
Kajari Dr. Lapatawe B. Hamka, S.H., M.H., menyampaikan pemusnahan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Kejaksaan Negeri Palu terhadap barang bukti dari perkara yang telah berkekuatan hukum tetap.
“Jadi kegiatan hari ini kami dari Kejaksaan Negeri Palu bersama Forkopimda dan teman-teman lainnya, terkait pemusnahan barang bukti perkara-perkara yang telah inkracht. Ada 77 perkara yang kami musnahkan barang buktinya hari ini,” ujar Hamka.
Dari 77 perkara tersebut, sebanyak 60 perkara merupakan perkara narkotika.
Barang bukti yang dimusnahkan antara lain sabu dengan total berat sekitar 1.224,43 gram, telepon seluler, timbangan digital, alat hisap sabu, serta sejumlah barang bukti lainnya.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kajari Palu menjelaskan bahwa pemusnahan barang bukti dilaksanakan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun.
“Kami dari Kejari Palu melakukan pemusnahan barang bukti setahun dua kali. Kemungkinan Desember nanti kita lakukan pemusnahan lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkara narkotika masih menjadi perkara yang paling menonjol di Kota Palu. Dari 77 perkara yang barang buktinya dimusnahkan, sebanyak 60 perkara di antaranya berkaitan dengan narkotika.
Wali Kota Hadianto Rasyid, menyampaikan Pemkot terus mengambil langkah penguatan dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika dan berbagai bentuk tindak pidana di tengah masyarakat.
Menurut wali kota, salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat satuan tugas yang telah ada sekaligus membangun kesadaran masyarakat melalui keluarga.
“Langkah yang terus kita ambil adalah menguatkan satuan tugas yang sudah ada, kemudian terus membangun penyadaran lewat keluarga melalui program Sekolah Khusus Keluarga,” ungkap wali kota. ***








