Dalam Duka, Untad Wisuda 902 Orang

  • Whatsapp
Wisuda ke-94, Wisuda Pertama Untad Pasca gempa Pasigala

Reporter: Yohanes Clemens
DALAM Keadaan masih duka Universitas Tadulako (Untad) mewisudai 902
wisudawan. Wisudawan terdiri atas 39 orang lulusan pasca sarjana S2 dan 863
lulusan pasca sarjana strata satu (S1) dan ahli madya diploma 3 (D3).

Wisudawan terinci sebagai berikut, fakultas kedokteran, untuk jenjang
S1 dan profesi 32 orang, fakultas peternakan dan perikanan 32 orang, fakultas
ekonomi 102 orang, fakultas kesehatan masyarakat 27 orang, fakultas pertanian 57
orang, F-Mipa 44 orang, fakultas kehutanan 29 orang, fakultas kegurun dan ilmu
pendidikan (FKIP) 314 orang, fakultas hukum 53 orang, fakultas teknik 66 orang,
dan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP)107 orang. Jumlah alumni
Untad total mencapai 64.998 orang.

Sedangkan, di antara para wisuda tersebut beberapa lulusan di antaranya
menunjukkan prestasi akademik, untuk lulusan pasca sarjana adalah 1. Putu
Raditya Eka Permana Mpd, dari Prodi S2 Pendidikan IPS, Sementara lulusan pasca
sarjana S1 masing-masing adalah Arini Milatul Hanifah SPD, Prodi Pendidikan
Bahasa Indonesia, Nianda Cahya zuliani, S, sos, Prodi Sosiologi, Diah Angraeni
Mahid, SM, Parodi Manajemen, Anisa SH, Prodi Hukum, Zainuddin, SP, Prodi
Agroteknologi, I Made Era Jumiarta ST Prodi Tehnik Sipil, Cicilia Putri Giri
Mulya S Fram Prodi Farmasi, Merry Pricilia Karepowa, S,Hut, Prodi Kehutanaan,
Dr, Ni Komang Sri Selvia Ningsih, Prodi Profesi Dokter, Nuni Murhama, S,Pt,
Prodi Peternakan, dan Ni Made Pina Antri,SKM Prodi Kesehatan Masyarakat.
Sedangkan, yang dinobatkan sebagai wisuda yang terbaik tingkat Universitas
adalah Arini Milatul Hanifah Spd, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP lahir
di Donggala 17 juli 1995 dengan IPK 3,8.
Rektor mengatakan, lahir batin seolah terperangkap dalam momentum yang
tak berkekuatan. Hidup mati seolah berada pada zona perbatasan yang tidak
jelas, selaku perpanjangan tangan Bapak Menteri saya pribadi juga nyaris
kehilangan tempat.

Keluh, kesah tanpa listrik dan tanpa jaringan komunikasi membuat batin
makin berkecamuk. Namun, Allah SWT juga maha pengasih dan lagi maha penyayang
pada hari keempat pasca bencana alam SMS dirinya ke menteri dan Dirjen dapat tersambung
walaupun dengan sinyal yang naik turun.

“Dengan balasan SMS Bapak menteri semangat untuk bangkit mulai
tumbuh, dan dari sana pulalah awal lahir kekuatan baru hingga sampai pada
pelaksanaan wisuda ke-94 lulusan Untad hari ini. Kami terus gelorakan pesan
bapak menteri dan Bapak Dirjen kepada keluarga besar Untad untuk terus berjuang
dan berikthiar membangkitkan semangat dan kembali menumbuhkan kepercayaan
masyarakat bahwa Untad itu ada dan selalu ada dalam hati masyarakat.”
Terang Prof Basir.

Gedung boleh hancur
berkeping-keping namun cinta terhadap untad sekeping pun tak boleh hilang dalam
ingatan,” rektor menyemangati
.**

Berita terkait