Kursus Tani Tingkatkan Produksi Pertanian Touna

banner 780x80
Reporter/Touna: yahya lahamu

Bacaan Lainnya

ASISTEN III Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna)
Drs. Hambia Soetedjo menyampaikan penyebab sektor pertanian di daerah kita
mengalami ketertinggalan yang cukup nyata dengan daerah-daerah lain yang
dirasakan oleh petani kita yakni rendahnya pengetahuan, ketrampilan dan
motivasi petani kita dalam menerapkan paket teknologi pertanian.

Demikian dikatakan oleh Asisten III Setda Kabupaten Touna Drs.
Hambia Soetedjo pada saat membacakan sambutan tertulis Bupati Mohammad Lahay,
SE, M.Si pada pembukaan kegiatan kursus tani yang digelar oleh Dinas Pertanian
dan Ketahanan Pangan Kabupaten Touna, Rabu (24/4/2019) di Hotel Ananda.

Hambia mengatakan, hal ini secara teknis berdampak pada hasil
produksi pertanian yang tidak maksimal sehingga menyebabkan berkurangnya
pendapatan petani.

“Olehnya, untuk mengantisipasi hal tersebut, salah satu upaya
yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan pembinaan, pendidikan dan
pelatihan bagi petani melalui kegiatan kursus tani,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan kursus tani seperti tani yang dilakukan ini
merupakan rangkaian untuk mendukung suksesnya peningkatan produksi pertanian di
Kabupaten Touna, sekaligus sebagai wahana silaturahmi 
bagi petani dan pelaku
usaha serta pelaksanan penerap teknologi pertanian.

“Selain itu juga dengan adanya kegiatan kursus tani, diharapkan
nantinya akan membantu dalam menggali potensi dan memecahkan masalah usaha tani
yang dihadapi secara lebih efektif dan memudahkan mengakses teknologi dan
sumber daya lainnya,” tuturnya.

Hambia juga mengatakan, selanjutnya dalam penerapan paket
teknologi pertanian tidak lepas dari peran aktif para penyulu pertanian di
tingkat lapangan dalam memberikan informasi dan mengedukasi para petani yang
ada.

“Setidaknya ada beberapa peran yang dapat dilakukan para penyulu
pertanian, yaitu sebagai pembimbing yang memberikan pencerahan tentang teknik
bercocok tanam yang lebih efektif dan berdayagunan dan juga berperan sebagai
komunikator untuk melakukan penilitian di bidang pertanian dan teknologi yang
layak untuk diterapkan,” katanya.

Disisi lain, kata Hambia, dari waktu ke waktu tantangan para
penyulu semakin berat, setidaknya ada empat tantangan yang harus dihadapi para
penyulu dalam menjalankan tugas.

“Empat tantangan itu diantaranya, menjadikan petani sebagai
subjek utama pembangunan pertanian, memotivasi masyarakat agar tertarik
berusaha di sektor pertanian, mampu mewujudkan kelompok tani yang salid dan
mewujudkan pertanian yang profesional sebagai pendamping dan konsultasi petani
dalam pengembangan agribisnis diperdesaan,” terangnya.

Pada kegiatan kursus tani ini menghadirkan tiga orang narasumber
yakni Asisten I Setda Kabupaten Touna Ir. Munawar Mapu, M.Si, Kepala Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Touna Ir. Muhammad Nur Rahmat dan Ahli
Pertanian Ari Wibadi.**

Pos terkait