SULTENG – Badan Pengurus Daerah (BPD) Gapensi Sulawesi Tengah ‘tantang’ pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah berkolaborasi nyata pemberdayaan pengusaha lokal di Program Berani berdayakan pengusaha.
Hal itu disampaikan di forum Rapat Kerja Daerah BPD Gapensi Sulteng di Ballroom Hotel Santika, Senin (09/02/26).
Rakerda kali ini mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Program Berani Sulteng untuk Infrastruktur yang Berkelanjutan” sebagai komitmen bersama antara pemerintah daerah dan asosiasi jasa konstruksi dalam mendukung pembangunan daerah.
Lantas apa sambutan Wakil Gubernur Renny A Lamadjido? ‘’Sinergi sangat penting dan wajib. Tantangan kita sedang menghadapi keterbatasan fiskal daerah, kolaborasi sangat dibutuhkan.’’ Jawab Wagub ketika memberikan sambutan.
Postur APBD 2026 Sulteng defisit Rp1,2 triliun bila dibandingkan dengan TA 2025 lalu. Sehingga kelonggaran fiskal daerah mesti benar – benar untuk kepentingan rakyat. ‘’Sulawesi Tengah masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan pembangunan yang besar.’’ Kata Reny.
“Bukan hanya ratusan miliar, kebutuhan infrastruktur kita mencapai triliunan rupiah. Karena itu, kami terus berupaya mendorong dukungan dari APBN, sebab sebagian besar anggaran belanja kini berada di kementerian,” ujar Wagub.
Meski demikian, Wagub menegaskan bahwa Pemprov tetap berkomitmen menjalankan program-program pro rakyat melalui sembilan program unggulan 9 Berani, khususnya Berani Cerdas dan Berani Sehat. ***








