Pettalongi: Ramadhan Bentuk Pribadi Menjadi Lebih Baik

  • Whatsapp
Keterangan foto: Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd menyampaikan sambutan di salah satu kegiatan civitas akademik perguruan tinggi tersebut. (Humas IAIN Palu).

Reporter: Ikhsan Madjido

REKTOR Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi
Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd menilai keistimewaan di bulan Ramadhan,
dapat berdampak terhadap pembentukan mental dan kepribadian serta peningkatan
sumber daya manusia untuk menjadi lebih baik.

“Bulan Ramadhan, dapat menjadi proses sekaligus memberikan
pendidikan untuk pembentukan mental, karakter termasuk peningkatan sumber daya
manusia menjadi lebih baik,” ucap Prof Dr Sagaf Pettalongi dalam siaran
pers, Palu, Selasa (14/5/2019).

Prof Sagaf Pettalongi mengemukakan, salah satu ciri orang yang bertaqwa
yaitu mengerjakan kebaikan atau melakukan hal-hal yang baik yang sejalan dengan
perintah dan anjuran agama.

Karena itu, sebut dia, puasa memberikan pendidikan sekaligus pelatihan
kepada manusia utamanya umat Islam untuk tidak tunduk terhadap nafsu dan
syahwat.

Puasa tidak sekedar menahan lapar, haus, tetapi menahan nafsu dan
syahwat yaitu tidak tunduk terhadap keinginan hawa nafsu dan syahwat dalam
melakukan sesuatu atau mengerjakan suatu pekerjaan. Bahkan, pengendalian
fikiran, tindakan dan ucapan agar tidak pada hal-hal yang negatif yang bertolak
belakang dengan anjuran agama.

Olehnya itu, urai dia, tidak semua orang yang melaksanakan ibadah
puasa, di bulan ramadhan dapat mencapai derajat taqwa. Pernyataan ini mengutip
hadits yang berbunyi “Berapa banyak
orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga
saja”.

Thalq Bin Habib Al’Anazi mengartikan Taqwa adalah mengamalkan ketaatan
kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap ampunan Allah, meninggalkan
maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah.

“Olehnya kata ‘agar kalian ber Taqwa’ dalam Surah Albaqarah Ayat
183 mengandung salah satu makna bahwa semoga kalian bertaqwa karena berpuasa.
Artinya, puasa menjadi sebab terbentuknya ketaqwaan seseorang,” sebut dia.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah itu
mengemukakan, proses untuk menjadi orang yang baik, tidak cukup dengan menahan
lapar, haus, menahan diri, mengendalikan fikiran dan sebagainya.

Tetapi, perlu di ikutkan dengan mengikuti atau menempatkan alquran
sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan. Ramadhan, memberi pesan kepada umat
Islam untuk kembali kepada Alquran.

Pernyataan ini mengutip Firman Allah dalam Surah Albaqarah Ayat 185
yang berbunyi “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Al
Quran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk
itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil”.

Ia menambahkan, untuk mengetahui dan dapat membedakan baik dan buruk,
harus mengikuti Alquran sebagai pentunjuk kepada manusia dari Allah SWT.

“Ketika seseorang telah menempatkan atau telah kembali kepada
Alquran dan menjadikan alquran sebagai pentunjuk dalam menjalani kehidupan,
maka tentu ia akan menjadi orang yang baik. Karena alquran mengajarkan
kebaikan, bukan keburukan,” urai dia.**

Pos terkait

banner 580x60