Akademi: Dukung Langkah Pemerintah Kota, Usulkan Bandara Ditutup Sementara

Akademis Untad Dr Irwan Waris/Foto: Yohanes
banner 780x80

Palu,- Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Dr Irwan Waris mendukung langkah pemerintah kota Palu, membatasi mobilitas kegiatan di kota Palu pada jam 21.00

“Saya kira pemerintah daerah dan kita semua tidak ada yang pengen ada pandemi ini. Tapi kenyataannya pandemi ini sudah menelan banyak korban, angka kesakitannya meningkat terutama di daerah Jawa.

Bacaan Lainnya

Nah, salah satu cara untuk mengatasinya, untuk mengendalikannya, yah memang pembatasan aktifitas dan pembatasan masyarakat untuk berkumpul. Pembatasan perkumpulan masyarakat antara lain, membatasi jam buka sektor-sektor usaha ekonomi masyarakat,” kata Dr Irwan, Rabu (30/6/21) saat dihubungi media ini.

Lebih lanjut, kata Dr Irwan, memang, ini akan berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat, tetapi ini adalah salah satu cara yang harus kita lakukan, kita harus sabar. Bahkan, kata dia, ditingkat nasional itu harus lock down, tetapi di pemikiran pemerintah itu tadi bagaimana pandemi ini bisa dikendalikan juga, tetapi ekonomi masyarakat setidak-tidaknya tidak terlalu terdampak.

“Saya kira bagus itu, saya berharap edaran walikota betul-betul bukan hanya diedarkan, tetapi dikuti dengan penindakan, penegakan. Kita juga berharap SAT POL PP memang jam 9 itu jam berjalan di lapangan, dan memastikan semua sektor usaha itu tutup,” ujarnya.

Ia melanjutkan, ini antisipasi pemerintah, jangan menunggu melonjak. Bahkan, ia juga sebagai masyarakat mengapresiasi upaya dari pada pak Hady Yanto, jangan menunggu lonjakannya luar biasa tidak terkendali, baru mulai dilakukan pembatasan.

“Malah saya usulkan terutama Sulawesi Tengah (Sulteng) ini kalau bisa ditutup. Orang datang dan pergi dari Sulteng ini, terutama pesawat terbang, yah karena kalau masih ada pesawat terbang dari dan ke Jawa, aduh kita ini resah karena covid ini akan dibawah oleh orang-orang yang kita, yang berkunjung ke Jawa datang kesini.

Kalau itu sampai terjadi, penularannya luar biasa cepat, itu dengan varian yang baru. Kalau bisa Sulteng ini bukan hanya palu saja, Tapi pak Gubernur mengambil tindak, Sulteng ini di block saja. Cukup antara Kabupaten yang ada di Sulteng saja yang bole berkunjung, diluar Sulteng tidak usah,” pungkasnya. ***

Reporter: Yohanes Clemens

Pos terkait