Mourinho: Dybala Mengubah Sikap Roma

Paulo Dybala masuk sebagai pengganti lawan HJK dan langsung memberi dampak. (Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images)
banner 728x90

Jakarta,- Perubahan yang dilakukan oleh pealtih AS Roma, Jose Mourinho saat turun minum berbuah positif. Paulo Dybala menghadirkan perubahan buat Giallorossi.

AS Roma berhasil meraih kemenangan saat menjamu HJK Helsinki dengan skor 3-0 berlangsung di Olimpico, Jumat (16/9/2022) pada Matchday 2 Liga Europa. Meski unggul pemain sejak menit ke-15, Roma sempat mengalami kebuntuan di babak pertama.

Kartu merah Miro Tenho pada menit ke-15 memberikan pasukan Jose Mourinho keunggulan pemain. Namun baru setelah turun minum Roma benar-benar bisa memanfaatkannya.

Mourinho memasukkan Paulo Dybala dan Chris Smalling, sekaligus mengubah pola pertahanan menjadi lini empat bek. Ia mendorong dua bek sayap yakni Rick Karsdorp dan Leonardo Spinazzola, untuk naik jauh ke depan, sehingga praktis Roma bermain dengan dua bek.

Tapi masuknya Dybala-lah yang memberikan dampak besar. Ia langsung mencetak gol semenit setelah menggantikan Matias Vina dan Roma bermain jauh lebih positif sehingga menciptakan lebih banyak peluang.

“Pastinya Dybala mencetak gol pertama dan tim punya sikap yang berbeda. Kami menunjukkan sikap yang keliru di babak pertama, bersikap seolah-olah ini 11 lawan 11,” kata Jose Mourinho kepada Sky Sport Italia.

“Kami terlalu pasif, sementara Paulo memecah kebuntuan dan itu mengubah keseluruhan sikap. Kami berubah ke pertahanan dua bek pada dasarnya, tahu bahwa kami wajib mencetak dua gol dengan cepat dan memaksimalkan keunggulan pemain,” imbuhnya dikutip Football Italia.

Ini jadi kemenangan pertama Roma di Liga Europa musim ini, mengingat sebelumnya mereka kalah 1-2 dari Ludogorets Razgrad pada pekan pertama. Selanjutnya mereka bakal menghadapi Real Betis, namun lebih dulu ditunggu dua tantangan besar melawan Atalanta dan Inter Milan di Serie A.

Mourinho mengakui masih banyak pekerjaan rumah buat Roma, salah satunya soal membangun permainan dari belakang. Selain itu ada pula soal penyelesaian akhir yang menurutnya bisa jauh lebih efektif dan efisien.

“Roma tak bermain baik di babak pertama, tapi laga ini benar-benar bukan sebuah referensi untuk taktik karena kami melawan 10 orang selama 75 menit. Kami perlu memperbaiki kemampuan membangun serangan dari belakang,” sambung pelatih asal Portugal ini.

“Lagi-lagi kami mengalami kesulitan dalam hal itu dan saya mencoba membuatnya tak terlihat, tapi kami perlu menggulirkan bola lebih cepat dan para pemain bertalenta super yang kami punya di lini depan ini harus lebih gigih dalam menuntaskan peluang,” imbuhnya. ***

Editor/Sumber: Rizky/sport.detik.com

Berita terkait