KONI Palu – Sulteng; Rebutan Prestasi, Atau Ambisi? 

  • Whatsapp

Catatan Pinggir | redaksi sore 


NARASI PERANG DINGIN antara Hadianto Rasyid dan Anwar Hafid hanya meredup tak lama seiring isu gubernur dipilih DPRD. Kini tensi kembali dipompa naik. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah tak akui hasil Musorkot V KONI Palu. Olehnya mengambil alih. Alias membentuk carateker.


KONI Palu menolak. Bahkan Kepala Dinas Olahraga Palu Bahtiar menyebut hasil Musorkot V sah. Bahkan rapat di ruangannya (5/2/2026) dihadiri pimpinan cabang olahraga, pengurus demisioner dan ketua terpilih Reynold Kasrudin. Bahtiar menegaskan Musorkot V KONI sah dan diakui pemerintahan kota.

MENGAPA DITOLAK 

Alasan berkembang di warung kopi karena ada Pencab olahraga ada walk out.  Tapi, proses Musorkot terus berjalan dan tidak deadlock. 

Artinya Musorkot bukan seperti Musprov KONI Sulteng lalu saat pembukaan sudah diprotes, akibat tak patuh pada mekanisme yaitu dimulai dengan Rakerprov. Hasilnya salah satunya membentuk tim pendaftaran bakal calon ketua. Musprov deadlock dan disepakati tidak diteruskan dan menyelenggarakan dulu Rakerprov. 

Jadi KONI Sulteng menolak hasil Musorkot Palu banyak menyisahkan tanya di publik. Menolak hasil Musorkot? Atau menolak Reynold yang orang dekat Wali Kota Hadianto Rasyid? Atau menolak Musorkot V KONI Palu karena mirip dengan Musprov Sulteng lalu? 

ANCAM TAK IKUT POPROV 

Bahtiar menyebut apabila dipksakan menggelar kembali Musorkot, di tengah efisiensi anggaran maka bisa jadi KONI Palu tak akan memiliki dana cukup mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng 2026 di Morowali mendatang. 

Bahtiar yakin, bila Palu absen maka harga mahal yang akan dibayar KONI Sulteng. ‘’Barometer olahraga di Kota Palu. Ya kita akan banyak membayar mahal,’’ akunya ke redaksi sore ini. 

Berita terkait