PALU – Aliansi Masyarakat Penambang dan tokoh adat Poboya menagih janji PT Citra Palu Minerals (CPM) yang memiliki konsesi tambang emas di Blok I, blok Poboya.
Warga menuntut kesepakatan awal ketika dialog dengan pihak CPM yang diwakili Sudarto. Difasilitasi Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmy Kwarta Rauf di sebuah warung makan kawasan tambang grup PT BRMS (Bumi Resources Minerals) yang salah satu sahamnya terjaga akibat harga emas selama ini sangat menguntungkan.
Aliansi warga dan tokoh adat meminta dua hal. Mencabut surat CPM ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tertanggal 23 Januari 2026 lalu, dan tetap memberikan warga untuk aktivitas menambang di tanah ulayatnya. Aliansi juga memrotes bahwa CPM selalu ingkar janji dan tak komitmen.
Sofyar, Ketua Pokja WPR, menyampaikan tujuan mereka menagih janji dan meminta kepastian ruang kerja masyarakat untuk bisa bekerja guna memenuhi kebutuhan penghidupan yang layak mencari nafkah diwilayah tambang emas poboya.
Menurutnya, sembari mengimbau agar pihak CPM menganggap masyarakat poboya dan lingkar tambang serta semua penambang dapat dipandang sebagai saudara bukan musuh.
“Kami sadar bahwa sebahagian saudara kami yang bekerja di dalam perusahaan adalah orang-orang yang mencari nafkah, maka anggap juga kami seperti mereka yang mencari nafkah di tanah kami sendiri,” pintah Sofyar.
Ia juga menambahkan bahwa kedatangan kami hari ini di kantor CPM bukan bermaksud merebut lahan, tapi hanya meminta sebahagian tanah ulayat kami untuk menjadi hak kelola lembaga adat masyarakat Poboya dan masyarakat lingkar tambang Kota Palu.
Al hasil, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting dan keduanya diminta untuk tidak saling mengingkari. PT CPM tidak lagi mengusik aktivitas tambang rakyat demi menjaga kondusifitas wilayah pertambangan, mendesak CPM agar segera menarik/mencabut surat CPM nomor 031 yang ditujukan ke Kapolri tanggal 23 Januari 2026, dan sama-sama dengan masyarakat mendorong percepatan penciutan lahan kontrak karya untuk wilayah pertambangan rakyat.
Sudarto sebagai perwakilan PT CPM yang hadir mengaku akan melaporkan ke pimpinan hasil yang disepakati. Seluruh keinginan tokoh adat dan warga Poboya akan dirinya laporkan. ***








