Terkait insentif bagi ketua RT dan RW, wali kota menyampaikan bahwa rencana kenaikan gaji menjadi Rp1 juta belum bisa direalisasikan pada 2025 untuk menjaga keberlanjutan anggaran bagi kepemimpinan berikutnya.
Namun, wali kota berkomitmen untuk meningkatkan insentif ini pada tahun 2026.
Lebih lanjut, Wali Kota Hadianto mengajak seluruh jajaran, termasuk RT dan RW, untuk bersama-sama mempercepat pembangunan kota Palu.
Wali kota menegaskan pentingnya kerja on the track, kreatif, dan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kota Palu harus maju lebih cepat dengan perubahan yang lebih drastis,” tegas wali kota.
Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi Sangupalu, dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Wali kota meminta RT dan RW memastikan setiap rumah tangga dan pelaku usaha di wilayahnya memiliki akses ke aplikasi tersebut.
“Kita harus melakukan lompatan bersama untuk menjadikan Palu lebih baik ke depan. Pastikan masyarakat kurang mampu tercover untuk mendapat BPJS Kesehatan gratis,” tambah wali kota.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Hadianto mengingatkan para lurah untuk menjaga komunikasi yang erat dengan RT dan RW di wilayahnya.
Wali kota menginstruksikan agar pertemuan rutin antara lurah dan pengurus RT/RW diadakan setiap bulan untuk memastikan koordinasi berjalan optimal.
Pelantikan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota Palu yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera. ***
Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu