AKHIRNYA Amerika dan Republik Islam Iran menyepakati damai. Isinya, banyak menguntungkan Iran. Mendapat paket rehabilitasi ekonomi jangka panjang setara Rp 5.000 triliun ($ 300 miliar), aset Iran yang selama ini dibekukan dapat dicairkan setara 1.600 triliun rupiah secara bertahap. Dan Iran bebas menjual minyak mentahnya di dunia dengan membuka tanpa tarif di Selat Hormuz.
Kesepakatan senjata nuklir dan geopolitik ditandatangani Presiden AS Donald Trump yaitu Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran yang resmi ditandatangani secara digital 17-18 Juni 2026.
Kesepakatan bertujuan utama untuk mengakhiri perang di Timur Tengah serta memastikan Iran tidak akan pernah mengembangkan atau membeli senjata nuklir.
Apa saja 14 poin-poin dan detail utama dari kesepakatan tersebut:
1. Ketentuan Terkait Senjata Nuklir;
- Penyerahan Cadangan Uranium: Iran berkomitmen penuh untuk mengencerkan dan menyerahkan seluruh cadangan highly-enriched uranium (uranium yang diperkaya tinggi) miliknya di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bahan ini dilepas karena dinilai AS cukup untuk memproduksi hingga 11 senjata nuklir.
- Larangan Total: Dokumen ini mengunci komitmen bahwa Iran tidak akan pernah mengembangkan, membeli, atau memiliki senjata nuklir. Jika dilanggar, Presiden Trump menegaskan AS siap meluncurkan konsekuensi militer tertinggi kembali.
- Penghentian Pengayaan & Pembongkaran: Dokumen awal mencakup penghentian program pengayaan dan pembongkaran situs nuklir. Detail teknis mengenai jangka waktu pembatasan (AS meminta 20 tahun, Iran meminta maksimal 10 tahun) akan diselesaikan dalam masa negosiasi lanjutan.
2. Gencatan Senjata dan Urusan Militer
- Penghentian Perang Segera: Deklarasi penghentian operasi militer permanen di semua lini konflik, termasuk penarikan tindakan militer Israel di Lebanon.
- Pencabutan Blokade Maritim: Amerika Serikat berkomitmen untuk mulai menghapus blokade angkatan lautnya di pelabuhan-pelabuhan Iran dalam waktu 30 hari.
3. Konsesi Ekonomi dan Energi Global
- Pembukaan Selat Hormuz: Jalur perdagangan minyak vital global di Selat Hormuz dibuka kembali oleh Iran tanpa biaya/tol selama minimal 60 hari untuk memulihkan ekonomi dunia.
- Pelonggaran Sanksi & Aset: AS setuju untuk menangguhkan sebagian sanksi ekonomi agar Iran bisa kembali menjual minyak ke pasar internasional. Aset Iran yang dibekukan akan dilepaskan secara bertahap hanya jika Teheran terbukti memenuhi kewajibannya.
- Paket Rehabilitasi: Terdapat rencana bantuan rehabilitasi ekonomi jangka panjang bagi Iran yang nilainya mencapai sekitar US$ 300 miliar.
Langkah Selanjutnya; Nota kesepahaman (MoU) berlaku sebagai kerangka kerja awal. Kedua belah pihak memiliki waktu 60 hari masa jeda negosiasi untuk menyusun, menyepakati, dan menandatangani perjanjian final yang lebih mengikat secara hukum.
Kesepakatan ini juga akan dikirimkan ke Kongres AS untuk mendapatkan persetujuan. (Catatan: Kesepakatan ini muncul beberapa bulan setelah runtuhnya perjanjian pembatasan senjata nuklir bilateral New Start antara AS-Rusia yang resmi berakhir tanpa perpanjangan pada 5 Februari 2026). ***








