editor senior | redaksi
JAKARTA – 3 Juni 2026 tetiba eskalasi penegakan hukum dan politik di negeri ini naik memanas. Bagai meroketnya dollar akhir akhir ini di Indonesia.
Sehari usai dicopot sebagai pejabat se tingkat menteri, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, sore sudah memakai rompi orange dengan tangan diborgol. Dadan ditetapkan sebagai tersangka bersama dua wakilnya Sony dan Lodewyk Pusung.
Ketiganya disangkakan menggunakan jabatannya memperjual belikan titik titik dapur (SPPG) dan memiliki ratusan yayasan sebagai mitra dapur dimana – mana. Ketiganya diduga menerima sedikitnya satu miliar rupiah setiap harinya. Busyet !!! Dengan menjabat selama 1,5 tahun, bisa – bisa mencapai = 547 hari, di kurs setiap hari satu miliar rupiah, Rp 547 miliaran.
Hari yang sama, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) berburu seorang wakil menteri (Wamen) Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Karena diduga terlibat OTT sebelumnya ke pejabat Imipas karena dugaan korupsi terbitnya izin bagi warga negara asing (WNA).
Presiden Prabowo mulai ‘londry’ bau busuk menyengat di dalam tubuh kabinetnya. Bau busuk tak sedap bahkan sudah merebak ke sosial media dan memengaruhi kepercayaan masyarakat apa yang sudah dilakukannya.
Presiden Prabowo sudah mulai ‘membalas’ ocehan sosial media bahwa dirinya banyak ‘omon – omon’ hanya jago pidato, lemah ditindakan. Ibarat emak emak ‘weser kiri’ tapi ‘belok ke kanan’
Pertanyaannya apakah Prabowo serius membersihkan bau busuk amis dan anyir di sekitar lingkungan kabinet di istana? Atau Dadan dan Silmy hanya bagian dari pelaku korupsi yang ‘jadi pengharum’ citra istana? Kita tunggu episode mendatang.
Dadan dan Silmy siapa?
Silmy Karim (51) memiliki latar belakang pendidikan militer sipil yang kuat di lembaga internasional seperti Harvard Kennedy School dan NATO School di Jerman.
Tracking profesionalnya juga tak bisa dianggap receh. Pernah di Timnas Pengalihan Bisnis TNI, mantan Dirut PT Pindad, mantan Dirut PT Krakatau Steel, hingga Komisaris Telkom Indonesia.
Silmy di era Jokowi pernah ditunjuk menjadi Dirjen Imigrasi pada Januari 2023.
Sedangkan Dadan adalah pakar entomologi. Yaitu sebuah ilmu cabang biologi yang mempelajari hubungan serangga (entomon) dengan manusia. Ia mengawali karir dari dosen IPB, dan karirnya terus menanjak hingga pada 19 Agustus 2024 dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Dadan juga memiliki catatan kebaikan dengan mengembalikan sisa anggaran MBG tahun 2025 ke negara karena tak terserap di realisasi. Tapi, karir panjangnya runtuh setelah gedung bundar menetapkan sebagai tersangka setelah kantornya di datangi penyidik Kejagung. ***








