(Refleksi Kritis Sistem Aplikasi Digital Berani Cerdas)
Oleh : faqih azzura abimanyu | mahasiswa semester akhir jurusan informatika digital Jogjakarta |
ILMU Pengetahuan wujud peradaban manusia. Terus berkembang dan menyesuaikan perubahan. Termasuk revolusi digital era disrupsi. Termasuk membangun sistem digitalisasi yang berbasis teknologi.
Membangun sistem digitalisasi mesti menuliskan rangkaian perintah dan instruksi dengan bahasa pemrograman agar sistem dapat menjalankan tugas yang diharapkan. Itulah coding.
Sebaliknya, sistem yang lemah dan rentan ‘diambil-alih’ adalah sistem yang dibangun karena kelemahan instruksi dan perintah. Contoh kecil punya Robot tapi tidak diprogram bagaimana menyapa orang bila bertemu. Ya Diam ! Bila bertemua manusia.
Sistem aplikasi yang baik menyerap seluruh instruksi dan perintah sebagaimana perspektif coding. Bila lemah dapat dipastikan kapasitas codingnya dangkal. Hingga sistem sering kita dengar dijebol, di hacker pihak lain.
Peristiwa yang terjadi 310 mahasiswa Universitas Tadulako penerima bea siswa BERANI CERDAS dapat dipastikan akibat kelemahan sistem aplikasi. Aplikasi lemah instruksi dan perintah agar mencegah pengguna atau calon penerima manfaat double bea siswa. Pihak penyedia aplikasi yang ‘lalai’ menulis dan instruksi mencegah double funding. Itu faktanya dari perspektif digitalisme.
Aplikasi yang baik mampu mencegah dengan berbagai instruksi dan perintah yang diantisipasi sistem. Termasuk, cegah pengguna memasukkan data yang tidak sesuai yang disyaratkan. Termasuk verifikasi data dengan perintah secara online.
Kawan kawan mahasiswa adalah pengguna sistem, bila ternyata sistem lemah mengidentifikasi celah maka tidak sepenuhnya ‘dosa pengguna’
Kedua; hubungan hukum kontraktual bea siswa Berani Cerdas kawan kawan langsung dengan pemberi atau penyedia. Tidak dengan kampus. Dibuktikan dana mengalir ke rekening mahasiswa bersangkutan. Tidak ada perikatan hukum kecuali ikatan studi. Jadi sangat tidak tepat kampus memaksa dari sisi pengembalian bea siswa.
Ketiga; pihak penyedia sebaiknya memperbaiki sistem aplikasi Berani Cerdas. Akun setiap pemohon mudah dikontrol dengan seluruh data base bea siswa yang disediakan negara, daerah, swasta bahkan luar negeri. ***







