Tenun Donggala Mendunia, Festival Buya Subi 2026 Angkat Budaya Lokal ke Panggung Mode Internasional

  • Whatsapp

Peragaan busana tersebut akan menampilkan karya para desainer internasional yang memadukan Tenun Buya Subi dalam koleksi adibusana kontemporer dengan latar panorama matahari terbenam yang memperlihatkan keindahan alam dan kekayaan budaya Sulawesi Tengah.

Pemilihan Desa Wisata Towale sebagai lokasi penyelenggaraan memiliki nilai strategis. Selain ditetapkan sebagai salah satu Desa Wisata Unggulan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, Towale juga dikenal sebagai pusat pelestarian maestro Tenun Donggala serta menjadi proyek percontohan desa wisata pesisir yang mengembangkan konsep ekonomi biru melalui pariwisata berkelanjutan, pelestarian ekosistem pesisir, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Gaung Tenun Buya Subi sebelumnya telah mendapat perhatian dunia. Pada April 2026, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth sukses menggelar Eco Fashion Showcase Buya Subi di Australia sebagai bagian dari promosi global. Upaya tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kanada maupun sejumlah negara Eropa untuk membuka peluang perdagangan ritel berbasis prinsip fair trade.

Melalui Buya Subi Project yang akan berlangsung hingga tahun 2030, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama para mitra internasional menargetkan terbentuknya ekosistem industri tenun yang berkelanjutan melalui pengembangan pelatihan digital, peningkatan kualitas produk sesuai standar global, serta penguatan daya saing perajin lokal agar lebih mandiri secara ekonomi.

“Kami berharap Festival Buya Subi menjadi tonggak kebangkitan Tenun Donggala di tingkat dunia. Ini bukan hanya tentang memperkenalkan produk budaya, tetapi juga membangun masa depan masyarakat melalui ekonomi hijau, industri kreatif, dan pariwisata berkelanjutan,” tutup Diah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan Festival Buya Subi 2026 sebagai perayaan warisan budaya yang memadukan tradisi, inovasi, dan semangat kolaborasi global. Festival ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan Tenun Donggala menuju panggung mode dunia sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai destinasi budaya dan pariwisata berkelas internasional.

Sumber: PPID Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng

Berita terkait