Wakil Gubernur juga menyoroti keterbatasan dan belum meratanya dokter spesialis. Pemerintah provinsi telah mengupayakan pendidikan dokter spesialis melalui dukungan Kementerian Kesehatan dan program Berani Cerdas. Saat ini, program pendidikan spesialis bidang penyakit dalam dan bedah telah menerima empat peserta.
Terkait penanganan stunting, Wagub mengusulkan optimalisasi aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) untuk memantau pertumbuhan anak secara rutin setiap bulan. Menurutnya, pemantauan berkelanjutan dan penguatan peran kader posyandu penting untuk mendukung intervensi gizi yang lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, dr. Gigi Puti Sari, menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut bertujuan menyerap aspirasi daerah sekaligus mengawasi pelaksanaan program pemerintah di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial.
Komisi IX juga mendorong penguatan fasilitas kesehatan, pemerataan tenaga medis, serta perluasan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat dan pekerja di Sulawesi Tengah.
Wagub Reny berharap kunjungan tersebut menghasilkan rekomendasi konkret dan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat agar pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah semakin merata dan berkualitas. ***








