Apa Alasan ‘Sejarah Perempuan Sulteng’ Harus Ditarik?

  • Whatsapp
Tak Konfirmasi Keluarga Rusdi Toana 
 

 

Sulteng,- BUKU Yang diterbitkan Pusat Penelitian Sejarah Univesitas Tadulako dan Badan Perspustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Provinsi Sulawesi Tengah berjudul ‘ Sejarah Perempuan Sulteng’ diprotes pihak keluarga almarhum Rusdi Toana, yaitu anak wanitanya Rahmi Masita Toana. Protes Mimi, panggilan akrabnya itu dituangkan dalam postingan di media sosial kemarin (07/09/2017) sekira pukul 12.34 Wita.

Pada postingan itu, Mimi atas nama keluarga menyayangkan bahwa buku itu diterbitkan oleh Lemlit Untad dan OPD provinsi Sulteng tanpa klarifikasi pada pihak keluarga. Tidak hanya itu, Mimi juga menyebut harusnya sebelum diterbitkan, sebaiknya penulis bertanya pada keluarga. Lantas, apa pasal keluarga almarhum Tonakodi, sebutan Rusdi Toana ini protes?

Pada buku itu, sesuai postingan gambar kedua, pada alenia kedua halaman tidak jelas menyebut bahwa Hj Chadijah Toana adalah istri dari Rusdi Toana. Bahkan, kiprah Rusdi Toana dalam memperjuangkan pendirian Provinsi Sulteng didukung sang istri. ‘’Bibi Khadijah Toana itu bukan istri. Beliau adik dari ayah saya Rusdi Toana. Buku itu salah besar,’’ ujarnya.

Sontak postingan Rahmi Masita mendapat komentar nitizen. Setidaknya ada 24 komentar dan semua menyarankan agar buku itu ditarik dan diperbaiki. Banyak pula yang menyayangkan lembaga Lemlit Untad saat membedah buku itu tak mengundang pihak keluarga yang ditulis.

Lantas apa komentar penulis buku itu? Haliadi Sadi, salah satu penulis selain Yufni Bungkundapu, pada sebuah komentar di media sosial kemarin pula memberikan klarifikasi. ‘’Saya penulis Buku ini meminta maaf atas kelhilafan ini dan Sewaltu bedah buku sej. Perempuan tgl 13 Agustus 2015 oleh direktorat sejarah kami telah perbaiki dan minta Maaf secara terbuka, kemudian buku itu telah ditahan peredarannya oleh perpustakaan Provinsi dan Kami dari Pusat Penelitian Sejarah LPPM UNTAD, terima kasih.’’ Demikian tulisnya.

Sayangnya, buku itu toh masih beredar sejak 2013 lalu. Dan keluarga yang ditulis masih membaca buku yang belum diperbaiki. Hal itulah yang mengundang protes keluarga. Tidak diketahui pasti, anak Rusdi Toana memperoleh buku itu dari mana? **

Reportase: Andono Wibisono 

Berita terkait