Anita – Yasin Diprediksi Menguat

  • Whatsapp
PILKADA DONGGALA 2018

DONGGALA,- HINGGA Kini, kans Bupati Kasman Lassa mendapat penantang sepadan belum nampak. Beberapa analisis menyebut bahwa yang dapat mengimbangi elektabilitas dan popularitas Kasman Lassa hanya Anita Bugiswati B Nurdin Andicella. Setidaknya, ada dua alasan. Pertama; dua putaran Pilkada Donggala lima tahun lalu, Anita peraup suara kedua. Sehingga diyakini basis-basis dan kantong suara istri pengusaha Hasyim Hadaddo, tidak terlalu sulit ‘dipanaskan’ kembali dengan mesin politik dan tim suksesnya. ‘’Artinya kerjanya tidak dari Nol,’’ ujar politisi Hanura ke Kaili Post yang enggan disebut namanya.

Analisis kedua; Anita memiliki kemampuan dan kemauan besar untuk dapat diusung partai politik. ‘’Ada kemampuan dan kemauan. Itu yang penting untuk dapat memperoleh rekomendasi partai politik pusat,’’ terangnya. Lantas, partai politik apa yang masuk akal akan didekati Anita B Nurdin? ‘’Golkar memungkinkan. Apalagi suaminya pengurus Golkar dekat dengan DPP. Siapa tidak kenal Pak Hasyim di Jakarta. Kenal dan dekat JK. Dekat ARB dan Setnov. Di Sulteng beliau pengurus. Anita pun layak dijual sesuai data Pilkada lalu. Ada kemampuan. Ada kemauan, sangat sangat berpeluang,’’ jelasnya yang enggan disebut namanya.

Lantas siapa kira-kira yang layak dan terpantaskan untuk mendampingi Anita duel dengan Kasman Lassa. Menurut hitungan-hitungan politik, yang layak mendampingi Anita, adalah Moh Yasin (Ketua DPRD Kabupaten Donggala). Mengapa harus Yasin? Berikut gambarannya yang disarikan dari beberapa sumber;

Pertama; di Pilkada serentak 2018, menurut salah satu anggota KPU Parigi Moutong, Ikbal Bungaadjim ketika bertandang ke Kaili Post ditentukan dengan suara terbanyak. ‘’Walau selisih satu suara saja, pemenang terbanyak yang terpilih. Tidak ada lagi putaran kedua. Khusus DKI Jakarta saja waktu itu,’’ ujarnya. Artinya, Anita harus memilih peraih suara terbesar baik pertimbangan partai politik dengan figurnya. Yasin dari Gerindra. Di DPRD Donggala, Gerindra enam kursi (sudah dapat mengusung tanpa koalisi).

Kedua; hubungan emosional dan persahabatan di Sulteng masih sangat berpengaruh. Artinya; Golkar Sulteng saat ini dinahkodai Arus Abd Karim. Golkar Donggala ada Rusdi Mastura. Di Gerindra Sulteng Longki Djanggola. ‘’Siapa yang tidak kenal persahabatan tiga politisi itu? Analisa saya apabila akan dibangun koalisi Golkar-Gerindra atau Gerindra-Golkar pasti sangat mudah. Karena ada hubungan emosional. Itu peluang besar Anita,’’ ujar sumber lagi.

Ketiga; agak sulit kemudian, bila disandingkan Kasman – Yasin. Selain Nasdem hanya dua suara dan Gerindra enam suara, juga ditentukan dengan rekomendasi DPP. ‘’Apakah Gerindra mau koalisi dengan Nasdem? Jangan dulu. Konstalasi politik nasional itu sangat menentukan koalisi Pilkada di daerah,’’ yakinnya lagi.

Keempat; akan lebih baik dan sangat berpeluang bila Kasman dan Anita kembali berlaga. ‘’Makin banyak pasangan lebih sangat berpeluang Anita. Ada dampak kepemimpinan Kasman dapat dijadikan komoditas politik ke publik. Janji yang belum ditunaikan bisa jadi komoditas dan dieksplor. Itu rentannya inkumben,’’ ujarnya meyakinkan. **

Reportase: Andono Wibisono 

Berita terkait