Beredar SMS Catut Kadis Dikbud

  • Whatsapp

reporter:
ikhsan madjido

SMS Penipuan berkedok rakernas
tenaga pendidik taman bacaan masyarakat (TBM) catut nama Irwan Lahace, Kepala
Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tengah kembali
terjadi. Oknum kejahatan tersebut mengirimkan SMS langsung kepada salah satu
penggiat TBM Komunitas Poso Babaca untuk dapat mengikuti rakernas di Jakarta
mendampingi kadis dikbud.

“Hal
ini adalah penipuan. Jangan dipercaya,” kata Irwan Lahace saat dikonfirmasi SMS
tersebut, Selasa (10/7/2018). Irwan pun menghimbau untuk tidak menanggapi
karena pengirim akan mengarahkan untuk ke ATM untuk mentransfer dana ke
rekening ke pelaku.

Gunawan
Primasatya, pendiri Komunitas Poso Babaca ini menerima Short Message Service (SMS) dari salah satu nomor yang ia tidak
kenal. SMS yang mencatut nama kadis dikbud mengundang Gunawan untuk mengikuti Rakernas Peningkatan Kinerja Tenaga
Pendidik dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek
Dikti), yang bakal dilaksanakan di Hotel Ibis Jakarta selama dua hari, 18 dan
19 Juli.

Saat
menerima pesan singkat itu, Gunawan
langsung yakin karena dalam pesan, tertera
dengan jelas nama lengkapnya, berikut titel dan jenis kegiatan serta
penyelenggaraan kegiatan yang dimaksud. Selain itu, pada bagian SMS juga
tertulis bahwa seluruh akomodasi ditanggung penyelenggara sebesar Rp5 juta
setiap peserta. Dalam SMS itu juga, meminta Gunawan yang telah terpilih sebagai
peserta Rakernas untuk menghubungi Prof Edy Setyawan selaku panitia.

Namun,
saat meghubunginya Gunawan mulai ragu karena diminta untuk melakukan registrasi
via ATM. “Saya mulai mencari nomor HP pak kadis yang sebetulnya. Karena saya
mulai ragu dengan SMS ini,” ujarnya via pesan messenger ke Kaili Post. “Soalnya
kami dari daerah langsung merespon yang beginian. Tapi tetap saya cari
kebenarannya dulu,” tambahnya.

Komunitas
Poso Babaca adalah komunitas literasi yang fokus terhadap pembangunan budaya
literasi di Kabupaten Poso, berdiri sejak tahun 2014 dan fokusnya mendekatkan
akses baca tulis kepada masyarakat di wilayah terpinggir dari akses literasi di
Poso.**

Berita terkait