Anleg Hibahkan Lahan ke Sesama Penyintas

  • Whatsapp


Reporter: Firmansyah Lawawi

Muat Lebih

PERLU Diberikan apresiasi buat
anggota Legislator DPRD Kota Palu yang satu ini. Meskipun dirinya dan
keluarganya terdampak Likuifaksi di Kelurahan Petobo, namun dia masih menyingsingkan
lengan bajunya membantu masyarakat dengan menghibahkan 4000 meter persegi lahannya
kepada penyintas.

Adalah Ridwan Basatu,
anggota Komisi B DPRD Palu yang juga kehilangan rumah tersebut kepada Kaili
Post, Kamis (14/2/2019) di ruangannya mengatakan lahan yang diberikan kepada
masyarakat korban Likuifaksi Petobo, telah dibuatkan bangunan semi permanen
bagi 14 kepala keluarga. Dengan luas 14×15 meter perkepala keluarga.

“Tanah yang
dihibahkan tersebut, telah kami pisahkan dari sertifikat tanah induknya menjadi
milik pribadi mereka,” ungkapnya.

Proses pembangunan rumah
semi permanen di lahan tersebut beber Ridwan Basatu, menggunakan dan pribadi
masing-masing. Dengan pola pengerjaanya secara gotong-royong. “Meskipun
begitu, terkadang kami saling membantu jika ada yang kekurangan dana dalam
pembangunanya,” akunya.

Menurut penuturanya, setelah Likuifaksi
memporak-porandakan rumahnya, s
ebulan lebih lamanya dia bersama warga melewati waktu di tenda pengungsian sekitar permukiman mereka.
Hingga akhirnya ia mengajak warga lainnya membangun tenda di lahan pribadinya.

Setelah memiliki sertifikat masing-masing,
sekarang mereka mulai melakukan pe
mbangunan secara swadaya,” paparnya.

Namun kata Ridwan Basatu, meskipun warga tersebut telah mendapat lahan dan
hunian pribadi
, pemerintah tidak bisa mengabaikan mereka sebagai penerima bantuan. Baik berupa
jatah hidup (Jadup) maupun hunian tetap (Huntap).

Dia juga berharap agar
bantuan kepada pengungsi yang ada di Kelurahan Petobo dalam penyalurannya
menggunakan sistim satu pintu. Sehingga semua pendistribusianya bisa terkoordinir, serta penyintas yang telah
terdata terakomodir semuanya.

“Untuk proses
penyaluran bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta kepada pengungsi yang
ada di Kelurahan Petobo masih baik. Namun, masyarakat masih mengeluh terkait
sistim pendistribusian yang belum merata,” tandas Ridwan Basatu.**

Pos terkait

banner 468x60