Catatan Pinggir | redaksi minggu
TERTANGKAP Layar digital di platform facebook medis sosial gemuruh tangan mengepal, ‘’…..Gubernur Hadianto…’’ begitulah kiranya saya mendengar. Dalam video yang di tags itu ada politisi Yahdi Basma dan Ashar Yahya. Keduanya dikenal di Partai Hati Nurani Rakyat sebagai lokomotif Hanura yang baru.
Positioning Hanura patut diberi jempol kali ini. Di politik mesti jelas jualan apa? Bisa jualan visi, komitmen, karakter pemimpin, juga figur. Hanura menjual Hadianto sebagai calon gubernur 2029 atau bagaimana nanti regulasi Pemilu Nasional dan lokal pengaturannya, setidaknya menegaskan posisi.
Seorang kawan pernah mengatakan ke saya, ‘’Kenapa Demokrat bisa dapat wakil ketua DPRD Sulteng? Karena kampanye di pemilihan DPRD menjual Anwar Hafid gubernur.’’ Di sebuah warung kopi yang dikenal dari Ketua Umum PSI, Menteri dan politisi nongkrong bercengrama. Begitu sebelumnya, Nasdem 2019 menjual nama Rusdi Mastura sebagai gubernur. Dan Nasdem menjadi ketua di DPRD Sulteng.
Tidak punya jualan saat kampanye, politisi akan bicara di atas awan (cloud). Seperti orang Menghayal di trading akhirnya kena ludes tertipu. Akhirnya tak terpilih di Pileg yang dilakukan marah – marah partainya inilah itulah. Politisi di panggung Pileg harus bisa menjadi sales produk yang handal. Tentu produk yang dijual sangat layak bagi konsumen.
Terlalu cepat? Di politik membangun struktur keterpengaruhan publik memang butuh terus terusan dikenalkan. Hadianto akan dikenal terus terusan sejak 2026 hingga tiga tahun mendatang ke Sulawesi Tengah. Sama ketika kita kaget waktu begitu cepat. Yang benar bukan waktu terlalu cepat, tapi kita tidak dapat mengimbangi (manfaatkan) waktu.
Kenapa Hadianto? Sederhana saja. Lihatlah Palu pasca gempa besar 7,4 SR tujuh tahun tujuh bulan lalu. Kini? Kalau mau jujur pasti semua politisi akan katakan Hadianto Rasyid satu periode sukses membangun Kota Palu. Periode kedua akan memudahkan dirinya melengkapi ‘skin care’ tata ruang kota sebagai amunisi political marketing Hanura.
Kedua; Sebelum Pilgub, pemilihan DPRD. Calon calon legislatif Hanura sudah punya modal jualan calon gubernur. Khususnya Hanura Palu. Hanura bisa mendulang banyak kursi di DPRD.
Nama Hadianto Rasyid banyak prestasi dan dapat dikatakan Wali Kota yang banyak prestasi nyata. Bukan prestasi di beli di Jakarta. Atau endorse dari pengamat dadakan untuk memuji – muji sang politisi.
Di sini menguji hebatnya racikan Yahdi dan Ashar Yahya. Punya modal besar dengan Cagub selevel wali kota yang sukses dan rajin ke lorong – lorong warga. Hanura Palu tak perlu banyak blusukan lagi. Tinggal memutar video Hadianto calon gubernur.
Analisis ini tak berlebihan. Lihat saja Gerakan Rakyat jualannya Anies Baswedan. Jelas irisan suara nantinya. Partai Solidaritas Indonesia jualannya Jokowi. Ekor jas suara suara pemilik magnet nasional dan lokal mesti menjadi bacaan wajib partai. ***








