Polisi Terima Setoran Bandar Narkoba Ada di Sekitarmu? 

  • Whatsapp


Catatan Pinggir | akhir pekan 


DUNIA Jagad maya hingga media arus utama masih menempatkan ‘polisi terima suap barang haram’ dan ‘uang setoran’ narkotika eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro di algoritma dan berita utama. 


Pertanyaannya apakah hanya di Bima Kapolres begitu? Memungkinkan tidak ada pejabat polisi di daerahmu juga terima uang haram dan harta dari narkoba? Tiba tiba kaya punya kafe padahal baru AKBP? Pasti belum ada kan. Karena polisi sekarang memegang teguh janji Bhayangkara. 


Kabar terbaru, Bareskrim Polri menangkap bandar narkoba Erwin Iskandar atau ‘Koh Erwin’ tengara kuat rutin menyetorkan uang hingga narkoba kepada eks Kapolres AKBP Didik PK itu. 

“Benar bahwa DPO Erwin telah ditangkap oleh Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, Jumat (27/2/2026) diberitakan okezone.com 

Bagaimana tetiba polisi dapat menangkap Erwin tak ada penjelasan resmi. Hanya, sebelumnya Bareskrim menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap bandar narkotika ‘Koh Erwin’ sejak Sabtu 21 Februari 2026.

Kartel narkoba membeli alat negara lumrah di dunia gelap itu. Dan itu menjadi pasal pertama ketika sang bandar menancapkan kukunya di dunia sabu-sabu dan sejenisnya. ‘’Bahkan ada kartel narkoba yang sekolahkan polisi sampai jadi jenderal. Ya kelak balas budi dan hidup jenderal polisi akan kaya raya. Jadi itu cerita dalam film sudah ada di realitas,’’ kata kawan pegiat media di masjid usai solat Jumat. 

Ada di Sulawesi Tengah? ‘’Faktanya dulu ada polisi jadi kurir dan kena tembak di hotel. Mungkin ada perwira juga dengan kualitas jabatan bukan kurir lagi. Sisa setoran dan bagian dari kartel itu ya. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Ini bisnis gelap semua bisa terjadi,’’ tandas sang kawan. *** 

Berita terkait