PALU – Proses elektoral memang masih lama. Terlebih pemilu lokal kapan pastinya digelar. 2031 kah nantinya sebagaimana putusan MK RI 135/2024 lalu.
Tetapi, pemeo di politik bahwa waktu bukan nomerik dan pergantian terbit dan terbenam matahari. Siang dan malam. Di politik, waktu itu momentum. Waktu juga bisa menjadi bom. Hakekatnya, di politik tiada waktu tanpa politik.
Akhir akhir ini ada figur perempuan, mulai merangsek di pusaran opini Kota Palu, Sulawesi Tengah. Beberapa event mulai menonjol namanya. Bahkan, ketika bersama istri Kepala Kejaksaan Agung RI, Ny Srinungwati melihat aneka kerajinan di gerai Dekranasda (8/5/2026) lalu.
Diah Puspita, istri Wali Kota Hadianto Rasyid. Berpendidikan master administrasi pemerintahan. Aktif di olahraga kebugaran zumba awalnya. Kini di beberapa media mulai sering muncul. Bahkan sudah mulai menjajal kampus. Bertemu mahasiswa. Dialog dan membuka event Kewirausahaan di kampus FISIP Universitas Tadulako.
Benarkah Diah menyiapkan dirinya di elektoral pemilihan umum lokal 2031 mendatang? Entah di jalur kepala daerah atau DPRD. Benarkah ada mesin politik yang mulai mengendorse sang pemilik tinggi badan di atas rata rata perempuan pada umumnya.
Akankah ampuh, ekor jas Hadianto Rasyid ke istrinya? Dengan modal istri seorang wali kota dua periode? Mari kita bedah pelan pelan.







