PALU – Masih ingat berita viral beberapa oknum aparatur sipil negara lingkungan Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah yang diduga melakukan judi online menggunakan fasilitas Common Center Dinas Perhubungan telah ditangani penyidik internal ASN atau pegawai?
Begitu juga dengan dugaan perselingkuhan oknum pejabat eselon II dengan salah satu ASN di Pemkot Palu? Perselingkuhan ASN antar biro di sekretariat Pemprov? Hingga kini terus dinanti nanti publik. Ketegasan dan transparansi Gubernur Anwar Hafid ditagih dan diingatkan terus menerus. Karena kedua tindakan adalah aktivitas amoral ASN penghalang BERANI Berkah yang dikampanyekan duet Anwar – Reny.
‘’Akan terus diingatkan jejak digital baik dengan notifikasi di semua perangkat media. Birokrasi mesti berbasis digital agar tidak pura pura lupa bahwa algoritma teknologi setiap rentang akan mengingatkan dengan notifikasi. Apalagi sudah ada kecerdasan buatan (AI). Bisa ditanya sejauh mana penuntasan kasusnya?,’’ sebut praktisi IT media sosial asal Sulawesi Tengah di Jogjakarta, FA Abimanyu (30/6/2026).
Ia sependapat bila kampanye gubernur seluruh program dan kegiatan berbasis data akurat yang sumbernya riset. ‘’Sulteng mesti sudah wajib lima tahun ke depan memiliki server pusat data digital. Seluruh pejabat wajib memiliki tanda tangan digital, arsip digital baik mulai perencanaan pelaksanaan monitoring supervisi dan evaluasi basisnya digital. Dan itu bisa dilakukan kalau pemimpinya punya political will ke sana (birokrasi berbasis digital). Pertanyaannya mau atau tidak action? Bukan hanya di pidato saja,’’ terangnya.
‘’Termasuk yang viral lalu (Judol dan dugaan pejabat selingkuh, kekerasan dengan tekanan fisik berbasis gender dan lainnya dapat dikontrol sejauh mana tindakannya oleh pimpinan kalau ada basis datanya, tindakannya, sampai kemudahan publik mengakses itu,’’ tandas Abimanyu. ‘’Bisa diarahkan ke peningkatan fiskal, berbasis potensi fiskal, realisasinya sampai di titik mana kendala dan hambatannya,’’ tambahnya sambil menutup perbincangan dengan beberapa awak media di Palu. ***







