BUKAN SEKADAR TRANSPORTASI Aktivitas penerbangan komersil. Direct Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah ke Kota Guangzhou, Selatan Tiongkok, dijuluki Flower City. Walau kini baru status uji coba penerbangan internasional PLW – CAN.
Terbukanya penerbangan Guangzhou, ke Palu sebaliknya sekira tujuh jam membawa asa multi aspek. Budaya, sosial, ekonomi, pendidikan dan kerjasama lainnya.
Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah ke Kota Guangzhou, Selatan Tiongkok, dijuluki Flower City. Walau kini baru status uji coba penerbangan internasional PLW – CAN. Tentu kita mafhum bahwa perubahan ekonomi Sulteng banyak menyerap investasi dari Tiongkok di sektor pertambangan. Dengan terbukanya akses direct itu juga akan membuka investasi di bidang lainnya. Pertanian, perkebunan dan perikanan kelautan.
Sulteng yang memiliki 7.010 lebih KM garis pantai, luas perairan laut 77,2 ribu KM akan potensi investasi masa depan dari Tiongkok dari pintu kota besar ketiga negara tirai bambu itu. Di sisi lain, Guangzhou sebagai kota kuliner Tiongkok menjadi pasar potensi kuliner Indonesia khususnya khas Sulteng.
Sulteng juga dapat memanfaatkan Guangzhou yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan ekonomi Tiongkok sebagai market hasil perkebunan dan pertanian masa depan. Sekali lagi, bukan sekadar hubungan aktivitas penerbangan biasa.
Momentum penerbangan Kota Palu – Guangzhou, sudah waktunya menjadi perhatian serius masyarakat Sulteng sebagai pasar baru menjajal perdagangan dunia lewat Tiongkok. Bila tidak, maka revolusi penerbangan internasional itu hanya menjadi kebanggaan semu dan menempatkan kita sebagai penonton terus menerus.
Tugas dan tanggung jawab pemerintah, swasta dan BUMD menyiapkan konsep dan peta jalan yang konkret bagi seluruh potensi sumber daya alam dan pengusaha di Sulteng. ***








