PALU, 7 Agustus 2026 – 12 hari berlalu. Tim reserse dan intelijen Polresta Palu hingga kini belum menangkap pelaku pembunuhan sekeluarga, 27 Juli lalu di Jalan PDAM Duyu Kota Palu, An. Pelaku kini masih buron yang dikenal rekan kerja korban Jamil (28), suami.
Korban yang kedua, Nur Hanisa (23) dengan puluhan tusukan senjata tajam berjuang melawan luka, akhirnya menghembuskan nafas 5 Agustus lalu. Polisi kehilangan saksi mahkota. Karena korban Nur Hanisa yang menunjukkan bukti kuat pelaku adalah An. Karena sempat memergoki pelaku saat keluar toilet. An langsung menghujani beberapa tusukan ke dirinya.
Nur sempat selamat dan ditangani di Rumah Sakit Bhayangkara selama sembilan hari. Ia juga baru mengetahui kalau suami dan anak bayinya ikut tewas dihabisi An. Tragis, hanya karena penyebab cek cok antar korban dan pelaku di pekerjaan yang dikenal menjual ayam potong dan penggilingan daging.
RAMAI DI SOSMED, BARESKRIM ATENSI
Kasus pembunuhan sekeluarga di Duyu Palu dan pembacokan Satpam Metro Palu Regency Palu Selatan menjadi perbincangan di lini masa sosial media. Bahkan komentar komentar nitizen menyayangkan kinerja kepolisian di Kota Palu, khususnya Sulawesi Tengah.
Sumber di Polda Sulteng menyebut ke redaksi bahwa dinamika sosial media dua kasus pembunuhan dan jatanras mendapat atensi Bareskrim Mabes Polri. Pihak Polresta diminta laporan akhir dan perkembangan penindakan kasus.
‘’Dua kasus itu diatensi Bareskrim karena rawan sosial. Kasus itu sudah tawuran antar warga. Begitu infonya,’’ terang sumber. ***







