Sudah Lidik, Kapan Bupati Diperiksa?

  • Whatsapp

 Reportase: andono wibisono
STATUS Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lahan Rp2,9 miliar TA 2016 dan
Rp4,6 TA 2017 di lokasi Korolama Kecamatan Petasia Kabupaten Morut yang
melibatkan Bupati Aptripel Tumimomor mulai ditingkatkan menjadi penyidikan.
Peningkatan status itu pada 29 Oktober 2018 lalu. Namun, hingga kini belum juga
orang nomor satu di Morut itu sebagai terlapor diketahui diperiksa.

Sprindik dengan nomor 121/X/2018/Dit Rimkimsus tanggal 29 Oktober 2018
telah disampaikan ke Kejaksaan Tinggi Sulteng. Namun, hingga memasuki Pebruari
2019, pihak penyidik Polda belum juga merilis pemeriksaan Bupati Morut itu.
Sumber Polda menyebut, bahwa sebenarnya Aptripel pernah diminta hadir pada
tanggal 20 Nopember atau Desember 2018 lalu, tapi alasan yang disampaikan ke
penyidik bahwa yang bersangkutan sibuk urusan pemerintahan di Jakarta.
Ya katanya masih sibuk jadi belum bisa datang
diperiksa. Saya lupa kapan bulannya, pokoknya tanggal 20 begitu,’’ ujar sumber
ke Kaili Post pekan ini.

Atas kasus itu, sudah ada tersangka satu orang yaitu mantan staf ahli
bupati. Diduga, pembebasan lahan untuk lokasi perkantoran Pemkab Morut itu
harga tanahnya mengalami kelebihan anggaran.
Kelebihan anggaran itu dimaksud bahwa harga tanah
yang dibebaskan dari masyarakat tidak sesuai dengan harga tanah yang dalam
anggaran. 

Saya belum tau berapa kelebihan anggaran yang diduga mengakibatkan kerugian negara atas kasus itu,’’ terang sumber lagi.  Sementara itu, Bupati Morut Aptripel Tumimomor
yang dikonfirmasi via kontak telponnya 0821 93913*** enggan menjawab redaksi.**
 

Pos terkait

banner 468x60